Text
Analisis Produktivitas Usaha Tani Syayuran dikelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Sayuran merupakan salah satu tanaman hortikultura yang menjadi komoditas
unggulan di indonesia khususnya di Provinsi Riau. Permasalahan produktivitas
usahatani sayuran adalah produktivitas yang masih rendah dan masih belum
menggunakan input produksi yang efisien sehingga berdampak kepada
pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik dan
Profil Usahatani sayuran (2). Teknik Budidaya dan alokasi penggunaan
faktor/sarana produksi. (3) Produktivitas Usahatani Sayuran. (4) Pendapatan dan
Efisiensi Usahatani Sayuran. (5) Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas
usahatani sayuran. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan
di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Provinsi
Riau. Penelitian dilakukan selama 6 bulan di mulai bulan Oktober 2022 sampai
bulan Maret 2023. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 petani
sayuran. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuntitatif, kualitatif,
analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan petani tergolong
produktif (43 tahun), tingkat pendidikan tergolong rendah (SD), sangat
berpengalaman pada usahatani sayuran (15 tahun), dan jumlah anggota keluarga
rata-rata3 orang. Usahatani sayuran berskala kecil dengan rata-rata luas Garapan
komoditi Bayam 420,6 m2
, Kangkung 349,6 m2
dan komoditi Sawi selauas 35,80
m2
. Teknik budidaya menurut teori dan lapangan sama namun alokasi sarana
produksi yang digunakan berbeda. Produktivitas faktor tunggal yang memliki
peranan berkontribusi tinggi yaitu benih dan pupuk NPK sedangkan produktivitas
Total untuk sayuran bayam sebesar 11,37, kangkung sebesar 12,64 dan sawi
sebesar 131,77. Rata-rata pendapatan bayam per garapan Rp. 448.976, per 1000
m2 Rp. 1.074.913, sedangkan rata-rata pendapatan kangkung per garapan Rp.
453.101, per 1000 m2 Rp. 1.238.885, dan rata-rata pendapatan sawi per garapan
Rp. 1.488.000, sedangkan per 1000 m2
sebesar Rp. 11.409.949. Efisiensi
usahatani bayam 1,38 dan kangkung sebesar 1,38, sedangkan efisiensi sawi 1,31.
Faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas usahatani sayuran di
Kelurahan Sidomulyo Barat adalah luas lahan per garapan.
No other version available