Text
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Sale Pisang di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Sale pisang merupakan makanan ringan yang terbuat dari buah pisang segar yang
dipotong tipis, kemudian dijemur untuk mengurangi kadar air nya. Sale pisang
umumnya diproduksi oleh industri rumahan atau skala rumah tangga. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik pengusaha dan profil usaha. (2)
Penggunaan teknologi produksi, faktor produksi, proses produksi, biaya produksi,
produksi, harga, pendapatan, efisiensi dan nilai tambah usaha sale pisang. (3)
Identifikasi faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengembangan
usaha sale pisang. (4) Menetapkan alternatif strategi pengembangan usaha untuk
diterapkan dalam usaha agroindustri sale pisang. Penelitian ini dilakukan selama 6
bulan dimulai dari Oktober 2022 sampai Maret 2023. Penelitian ini menggunakan
metode survey pada usaha sale pisang Lizajaya. Data yang dikumpulkan terdiri
dari data skunder dan data primer. Karakteristik pengusaha dan profil usaha di
analisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, teknologi produksi, faktor
produksi, proses produksi, biaya produksi, produksi, harga, pendapatan, efisiensi
dan nilai tambah menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, faktor
internal dan eksternal menggunakan analisis kualitatif dan strategi pengembangan
menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa pengusaha dan tenaga kerja tergolong usia produktif dengan rata-rata umur
35,2 tahun, tingkat pendidikan rata-rata 10 tahun, pengalaman pengusaha selama 3
tahun dengan jumlah tanggungan keluarga pengusaha sebanyak 2 jiwa. Pengusaha
sudah 3 tahun menjalankan usaha sale pisang dari tahun 2018 dengan sumber
modal sendiri dan usaha ini sudah memiliki merek dagang “Lizajaya”. Total biaya
produksi sebesar Rp. 794.700/proses produksi. Produksi yang dihasilkan sebanyak
13 Kg, dengan pendapatan kotor sebesar Rp. 1.290.000/proses produksi dan
pendapatan bersih sebesar Rp. 495.300/proses produksi dengan efisiensi usaha
sebesar 1,62 , dengan hasil nilai tambah yakni Rp. 6.001,15/Kg. Hasil analisis
metriks SWOT diperoleh koordinat (0,45 : 0,79) yang mana koordinat tersebut
terletak di kuadran I (satu) strategi SO yakni: Mempertahankan kualitas, potensi
SDA dan SDM serta produk untuk meningkatkan konsumen dan peningkatan
kualitas produk. Strategi prioritas yang dapat dilakukan adalah meningkatkan
teknologi modern untuk kemajuan usaha dengan nilai STAS yaitu 6,940.
No other version available