Text
Analisis Pemasyaran Bahan oleh Karet (Bokar) Rakyat di Desa Pulau Kulur Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuanten Singingi Provinsi Riau
Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan
strategis sebagai mata pencaharian penduduk desa dan juga komoditi ekspor non
migas dan penghasil devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:
1) Karakteristik petani dan pedagang bokar rakyat di Desa Pulau Kulur,
Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi, 2) Lembaga
pemasaran, saluran pemasaran dan fungsi pemasaran di Desa Pulau Kulur
Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi, 3) Biaya
pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, efisiensi pemasaran, dan
farmer’s share di Desa Pulau Kulur Kecamatan Kuantan Hilir Seberang
Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan
metode survey pada pemasaran karet di Desa Pulau Kulur. Penelitian ini
dilakukan selama 6 bulan yaitu mulai dari bulan Februari - Juli 2022. Jumlah
petani BOKAR di Desa Pulau Kulur yaitu sebanyak 20 orang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: 1) Petani karet rata-rata berumur 40,85 tahun, tingkat
pendidikan petani yaitu rata-rata 8,1 tahun, pengalaman berusahatani petani yaitu
rata-rata 12,2 tahun dan jumlah tanggungan keluarga petani rata-rata yaitu selama
3,4 tahun. Sedangkan umur pedagang pada pemasaran Bokar yaitu rata-rata 35,57
tahun, tingkat pendidikan pedagang rata-rata yaitu selama 10,71 tahun,
pengalaman berusaha pedagang rata-rata yaitu 5,86 tahun dan jumlah tanggungan
keluarga pedagang yaitu rata-rata sebanyak 3,00 tahun, 2) Lembaga pemasaran
yang terlibat di Desa Pulau Kulur yaitu petani, pedagang pengumpul, pedagang
besar dan pabrik. Saluran yang dilalui pada pemasaran bokar yaitu terdapat dua
saluran. Fungsi pemasaran bokar pada petani yaitu penjualan, penyimpanan,
penanggungan resiko dan informasi pasar, sedangkan fungsi pemasaran yang
dilewati oleh pedagang pengumpul dan pedagang besar yaitu pembelian,
penjualan, pengangkutan, penyimpanan, penanggungan resiko, pembiayaan dan
informasi pasar, 3) Harga jual petani pada saluran pemasaran I yaitu Rp. 8.500,
sedangkan total biaya pemasaran yaitu sebesar Rp. 497,34 dengan margin
pemasaran sebesar Rp. 2.750, keuntungan sebesar Rp. 2.252,66, farmer’s share
sebesar 75,56% dan efisiensi pemasaran sebesar 0,04%. Sedangkan harga jual
petani ke pedagang besar pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 9.500, margin
pemasaran sebesar Rp.1.750 keuntungan pemasaran sebesar Rp. 1.514,11,
farmer’s share sebesar 84,44% dan efisiensi pemasaran sebesar 0,02%. Diantara
kedua saluran pemasaran yang paling efisien yaitu pada saluran II, dikarenakan
memiliki nilai efisien yang terkecil
No other version available