Text
Strategi Pengendalian Banjir Permukaan Berdasarkan Tingkat Kerawanan di Kelurahan Tengkerang Utara
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang ada di Kelurahan Tangkerang Utara. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir di Kelurahan Tangkerang Utara adalah curah hujan, sistem drainase, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya penggunaan lahan sehingga lahan terbuka berubah menjadi lahan tertutup. terdapat 5 (lima) titik banjir atau genangan yang berada di Kelurahan Tangkerang Utara, dengan lama banjir atau genangan sekitar 4 sampai 12 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran titik banjir,tingkat kerawanan banjir dan menentukan strategi pengendalian banjir di permukiman Kelurahan Tangkerang Utara. Metode yang digunakan dalam menentukan sebaran banjir adalah deskriptif kualitatif, untuk analisis data kerawanan banjir menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial (menggunakan overlay pada perangkat lunak arcgis) menggunakan beberapa variabel penentu, di mana setiap variabel nantinya memiliki kriteria nilai kelas yang berbeda-beda. Variabel-variabel tersebut adalah, curah hujan, infiltrasi tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. sementara analisis untuk strategi pengendalian banjir menggunakan metode analisis logical framework Analysis (LFA). Sebaran banjir di permukiman Kelurahan Tangkerang Utara terdapat pada Rukun Warga 01, Rukun Warga 02, Rukun Warga 07, Rukun Warga 13, dan Rukun Warga 15. Hasil analisis kerawanan banjir menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.4 menunjukan wilayah banjir tingkat kerawanan rendah mempunyai luasan 3,34 Ha, luasan wilayah banjir tingkat kerawanan sedang memiliki luasan 38,8 Ha, dan luas wilayah banjir tingkat kerawanan tinggi memiliki luasan 73,7 Ha. Hasil strategi pengendalian banjir akan dikategorikan menjadi tiga (3) strategi yaitu Program pengendalian pertama berada pada klasifikasi tinggi dilakukan yakni membersihkan dan normalisasi saluran drainase dan sungai, melakukan reboisasi kota dan membuat sumur resapan.program pengendalian kedua berada pada klasifikasi sedang dilakukan yakni normalisasi saluran drainase dan juga sungai, menertibkan kawasan yang berada di bantaran sungai ataupun drainase, menegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran, Program pengendalian ketiga berada pada klasifikasi rendah adapun program yang dilakukan yakni menyusun konsep pembangunan berupa peraturan, kebijakan, dan perencanaan tata ruang, membangun saluran drainase yang memadai, melakukan pembersihan drainase, menegakkan hukum terhadap pelanggaran serta meningkatkan kerja sama antar lembaga
No other version available