Text
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hirarc pada Proyek Perservasi Jalan Duri - Kandis - Simpang Palas - Siak II Pekanbaru
Percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah merupakan perkembangan era industrialisasi yang bersifat global, seperti industri kontruksi yang menyediakan jasa konstruksi dan memiliki peran yang signifikan terhadap pembangunan saat ini. Pekerjaan di sektor konstruksi merupakan pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pada triwulan II tahun 2020 terdapat 3.174 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya penyebab kecelakaan kerja dan merencanakan pengendalian risiko pada proyek preservasi Jalan Duri-Kandis-Simpang Palas-Siak II Pekanbaru. Metode pada penelitian ini menggunakan metode HIRARC, yaitu serangkaian metode mengidentifikasi bahaya pada suatu pekerjaan, lalu membuat penilaian risiko dan melakukan pengendalian risiko terhadap pekerjaan tersebut. Data didapat dengan mengirim kuesioner kepada 3 responden. Data yang diambil dari 3 responden tersebut adalah item pekerjaan yang memiliki risiko dominan tinggi diatas 50 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proyek preservasi Jalan DuriKandis-Simpang Palas-Siak II Pekanbaru terdapat 11 item pekerjaan yang memiliki risiko dominan tinggi diatas 50%, sementara 4 item pekerjaan dibawah 50%. Adapun Risiko tinggi yang dominan pada pekerjaan preservasi Jalan Duri – Kandis – Simpang Palas – Siak II Pekanbaru adalah Pekerjaan AC-BC, Pekerjaan Galian CAP (Campuran Aspal Panas), Pekerjaan AC-WC, Pekerjaan Leburan Aspal, Pekerjaan CAP (Campuran Aspal Panas), Pekerjaan Klas S, Pekerjaan Aspal ACBC, Pekerjaan Saluran DS 3, Pekerjaan Clearing Bahu Klas S, Pekerjaan Aspal AC-WC, Pekerjaan Pasang Batu Bronjong. Pengendalian risiko yang dilakukan adalah pengendalian administratif (administrative control) berupa pengawasan dan teguran, memberikan pelatihan kepada pekerja mengenai pentingnya K3, serta melakukan maintenance berkala terhadap peralatan kerja. Selain itu pekerja diharuskan memakai alat pelindung diri saat bekerja di lapangan.
No other version available