Text
Arahan Priortas Penanganan Kawasan Permukaan Kumuh, di Tepi Sungai Kota Salat Panjang (Studi Kasus Kelurahan Salat Panjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi)
Kawasan permukiman di Tepi Sungai Masih memiliki gambaran sebagai daerah terbelakang, kumuh, dan kurang tersentuh dikarenakan pekembangan kawasan tepian sungai yang kurang menjadi perhatian utama. Permukiman kumuh di Kelurahan Selat Panjang Barat adalah permukiman yang berada di pinggir sungai, selain itu kawasan ini juga merupakan kawasan pusat kota yang memiliki kegiatan perdagangan dan jasa yang semakin memperburuk kondisi kawasan permukiman. Tujuan dari penilitian ini adalah membuat arahan prioritas penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Selat Panjang Barat yang sesuai dengan kondisi fisik kawasan dan faktor penyebab utama munculnya permukiman kumuh di Kelurahan Selat Panjang Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan analisis skoring menggunakan skala likert. Hasil Penelitian ini adalah faktor penyebab utama munculnya permukiman kumuh yaitu pelayanan air bersih yang masih buruk, keteraturan bangunan yang sangat rendah, jaringan sanitasi, jaringan drainase, dan kualitas bangunan yang didominasi non permanen dengan kualitas buruk, bencana banjir, dan tidak memiliki legalitas kepemilikan lahan. Tingkat kekumuhan di Kelurahan Selat Panjang Barat yaitu RW 5 dengan tingkat kekekumuhan sangat tinggi, RW 2 dan RW 4 dengan Kategori kumuh tinggi, dan RW 1 serta RW 3 dengan tingkat kumuh rendah. Untuk Penanganan permukiman kumuh Sesuai tingkat Kekumuhan meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, Pengelolaan Kawasan Bantaran Sempadan Pantai, dan Pengelolaan bangunan dan legalitas tanah, pemberdayaan ekonomi masyarakat
No other version available