Text
Analisis Perbandingan Kapasitas dukung dan Penurunan Kelompok Tiang Pancang Berdasarkan Data Sondir dan SPT(Studi Kasus :Pembangunan Gedung Penunjang Rumah Sakit Tabrani)
Pondasi adalah struktur terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ketanah yang berada di bawahnya. Sebagai komponen yang penting pada pembangunan gedung, pemilihan pondasi harus dipertimbangkan. Untuk pembangunan gedung Penunjang Rumah Sakit Tabrani pada saat ini masih dalam tahap perencanaan. Jenis pondasi yang digunakan dalam analisis yaitu pondasi tiang pancang dengan panjang tiang 22 m, diameter tiang 0,25 m, 0,5 m, dan 0,6 m. Untuk perhitungan analisis menggunakan data Sondir dan SPT yang diperoleh dari CV. Garis Putih. Metode yang digunakan untuk analisa yaitu metode Mayerhoff dan Luciano Decourt, sedangkan untuk penurunan kelompok tiang menggunakan metode Vesic (1977). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas dukung dan penurunan kelompok tiang pancang. Hasil analisis kapasitas dukung kelompok tiang (Qg) untuk diameter tiang 0,25 m, 0,5 m, dan 0,6 m data Sondir metode Meyerhoff diperoleh 714,84 Ton, 712,46 Ton, dan 713,18 Ton. Sedangkan untuk data SPT metode Meyerhoff diperoleh 709,82 Ton, 712,58 Ton, dan 717,42 Ton. Untuk data SPT menggunakan metode Luciano Decourt diperoleh 712,49 Ton, 714,35 Ton, dan 713,22 Ton. Kemudian, untuk Data SPT Lapangan diperoleh 752,98 Ton, 793,37 Ton, dan 712,42 Ton. Untuk hasil analisis penurunan kelompok tiang (Sg) diameter tiang 0,25 m, 0,5 m, dan 0,6 m berdasarkan data Sondir metode Meyerhoff diperoleh 0,486 m, 0,113 m, dan 0,072 m. Sedangkan untuk data SPT diperoleh 0,486 m, 0,116 m, dan 0,069 m. Untuk data SPT metode Luciano Decourt diperoleh sebesar 0,385 m, 0,110 m, dan 0,067 m. Kemudian, untuk data SPT Lapangan diperoleh 0,488 m, 0,116 m, dan 0,069 m. Maka yang paling efisien untuk digunakan adalah tiang dengan diameter 0,6 m berdasarkan data SPT metode Luciano Decourt
No other version available