Text
Analisis Pengaruh Variasi Nozzle pada Modifikasi Mesin Semprot Menggunakan Water Jet Cleaner Double Pump dan Aki Motor
Sprayer adalah alat/mesin yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi menjadi butiran cairan (droplets) atau spray. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Sprayer juga didefinisikan sebagai alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Terdapat 3 jenis sprayer yang di untuk keperluan pertanian yaitu knapsack sprayer, motor sprayer dan electric sprayer. Sistem kerja mesin semprot itu sendiri adalah menyemprotkan pestisida melalui nozzle yang terdapat pada tongkat spray. Nozzle sendiri memiliki berbagai macam jenis mulai dari 1 lubang hingga 8 lubang, yang membedakannya adalah hasil semprotan yang keluar, semakin banyak lubang maka akan semakin besar luas area yang dapat di jangkau. Nozzle merupakan salah satu bagian sprayer yang menentukan karakteristik semprotan seperti pengeluaran, sudut penyemprotan, lebar penutupan, pola semprotan, dan pola penyebaran yang dihasilkan. Nozzle dibuat dalam bermacam-macam desain. Setiap tipe butiran cairan yang khas dihasilkan oleh nozzle yang khas sesuai dengan kebutuhan. Nozzle terbaik yang digunakan untuk penyemprotan dilihat dari debit alir, luas area penyemprotan dan persentase liputan semprot. Nozzle 3 lubang merupakan yang terbaik dengan nilai debit alir 1,692 L/m, luas area 39,26 cm 2 dan memiliki nilai persetase tertinggi dengan nilai 50,1% . Nozzle 3 lubang memiliki nilai persentase kerataan penyemprotan tertinggi yaitu 50,1% dan nozzle 8 lubang memiliki nilai persentase hasil penyemprotan terkecil yaitu 35,6%.
No other version available