Text
Evaluasi Jalan Bekesalamatan terhadap Geometri Jalan( Studi Kasus Ruas Jalan SP.Jam-Sei Harapan Batam Sta 02+850-03+838)
Pembangunan suatu ruas jalan sangat erat hubungannya dengan geometrik, sehingga ruas jalan yang dibangun, dapat memenuhi kriteria jalan yang berkeselamatan yang memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan yang melewati ruas jalan tersebut. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dari Geometrik jalan terhadap keselamatan serta kenyamanan pengguna ruas jalan dengan mengacu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2010, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19/PRT/M/2011, Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 dan pasal 22 Undang – undang Republik Indonesia no. 22 tahun 2009. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode kuantitatif dengan cara pengumpulan data primer dan data sekunder serta studi literatur. Metode kuantitatif pada penelitian ini yakni melakukan pengolahan data dengan menghitung data yang telah dikumpulkan dan membuat perbandingan antara data eksisting dengan perhitungan hasil analisa sehingga dapat menjadi acuan dasar terhadap kinerja jalan berkeselamatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa kriteria jalan berkeselamatan khususnya pada geometrik jalan di ruas jalan Sp. Jam – Sei Harapan Batam sta 02+850 – 03+838 tidak memenuhi standar sesuai dengan peraturan Bina Marga sehingga pada ruas jalan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai jalan berkeselamatan dalam segi geometrik jalan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi geometrik jalan eksisting di ruas jalan Sp. Jam – Sei Harapan Batam sta 02+850 – 03+838 tidak sesuai dengan geometrik jalan rencana sesuai peraturan Bina Marga. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan antara alinyemen horizontal eksisting dengan alinyemen horizontal rencana, dimana terdapat jari-jari dan panjang tikungan yang berbeda. Perbedaan lainnya juga dapat dilihat bagaimana perbandingan antara alinyemen vertikal eksisting dengan alinyemen vertikal rencana. Hasil penelitian membuktikan bahwa ruas jalan tersebut tidak memenuhi jarak pandang yang aman bagi pengendara khususnya pada daerah tanjakan dan turunan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa superelevasi pada ruas jalan tersebut melebihi dari superelevasi yang diizinkan yaitu nilai e maksimum sebesar 8 %. Berdasarkan hasil penelitian maka faktor penyebab kecelakaan di ruas jalan Sp. Jam – Sei Harapan Batam sta 02+850 – 03+838 disebabkan oleh adanya perbedaan alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, dan superelevasi jalan eksisting dengan rencana berdasarkan Bina Marga
No other version available