Text
Perbandingan Efisiensi Inhibotor Organik dan Anorganik pada Penurunan Laju Korosi Material Radiator
Radiator adalah suatu sistem atau komponen yang berfungsi utuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi ideal. Sistem pendingin rentan mengalami masalah kebocoran dan penyumbatan yang disebabkan oleh korosi. Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi korosi adalah dengan penambahan inhibitor. Inhibitor anorganik telah terbukti dapat menurunkan laju korosi namun memiliki efek negatif karena materialnya yang tidak ramah lingkungan dan bersifat racun. Berdasarkan hal tersebut maka penggunaan inhibitor anorganik perlu dibatasi. Pada penelitian ini akan dibandingkan efisiensi inhibitor organik dan anorganik dalam menurunkan laju korosi. Inhibitor anorganik yang digunakan adalah Natrium Kromat (Na2CrO4) dengan konsentrasi 0,5%, 0,7%, dan 0,9%. Sedangkan inhibitor organik adalah Minyak Biji Kapas dengan variasi konsentrasi yaitu 25%, 30% dan 35% dalam waktu perendaman 21 hari dalam setiap inhibitor. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak biji kapas dapat menurunkan laju korosi. Laju korosi terendah ditemukan pada penambahan 25% minyak bijih kapas dengan laju korosi rata-rata adalah 0,1614 mm/y dengan efisiensi perlindungan korosi rata-rata 27,3%. Namun hasil ini masih lebih rendah dibanding penggunaan 0,9% natrium kromat yang menghasilkan laju korosi rata-rata 0,0815 mm/y dengan efisiensi 62,8%
No other version available