Text
Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehan Kerja (K3)Proyek Pembangunan Gedung Laboraturium Center Kabupaten Kampar
Industri konstruksi selalu memiliki potensi bahaya/resiko ketika masa pelaksanaannya. Untuk mengurangi dan mencegah resiko yang terjadi, diperlukan manajemen resiko yang baik. Manajemen resiko merupakan suatu cara dalam mengakomodir resiko yang mungkin terjadi dalam masa pelaksanaan konstruksi tersebut. Adanya manajemen resiko ini akan terlihat proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan resiko selain itu juga dilakukan memonitor, dan mengendalikan penanganan resiko. Resiko keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi merupakan hal yang menjadi konsen karena memberikan dampak dominan ketika resiko tersebut terjadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi resiko, menentukan resiko dominan, dan merekomendasikan pengendalian resiko yang sesuai. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu dengan pendekatan FMEA (Failure Mode Effects Analysis). Metode FMEA merupakan salah satu teknik sistematis untuk mengidentifikasi dan mencegah resiko sebelum terjadi. Responden yang berkonstribusi pada penelitian ini yaitu sebanyak 20 responden. Data yang didapat dari responden itu dilakikan evaluasi proses kegagalan FMEA dilakukan dengan menggunakan tiga indikator yaitu Severity (S), Occurrence (O) dan Detection (D). Untuk menentukan nilai resiko dominan, ketiga indikator tersebut dikalikan dan menghasilkan RPN (Risk Priority Number). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 variabel resiko yang teridentifikasi dengan total 6 indikator resiko. Resiko dominan yang diperoleh dari hasil penelitian terdapat 2 indikator resiko yaitu : (i) pekerjaan galian tanah, (ii) pekerjaan pondasi sumuran dan pondasi tapak.. Rekomendasi terhadap resiko dominan yang dapat diberikan yaitu antara lain: (i) tangga akses, pagar pengaman, lampu penerangan (ii) pastikan kondisi besi tidak ada yang menonjol atau keluar, posisi dan kabel pengangkut harus dicek dahulu, wajib koordinasi dan sesuai SOP.
No other version available