Text
Pathos dalam Dakwah Nazriel Abdul Muluk di Youtube
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan atas dakwah yang dilakukan Nazriel Abdul Muluk di Youtube. Alasan meneliti pathos dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk kerena dakwah Nazriel Abdul Muluk terkesan banyak menggunakan pathos dalam dakwahnya, sehingga memunculkan kesan menarik dan kita dipengaruhi oleh sentuhan-sentuhan perasaan dan emosi, harapan, kebencian dan kasih sayang. Masalah penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah pathos perasaan dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk? (2) Bagaimanakah pathos emosi dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk? (3) Bagaimanakah pathos harapan dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk? (4) Bagaimanakah pathos kebencian dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk? Dan (5) Bagaimanakah pathos kasih sayang dalam dakwah Nazriel Abdul Muluk? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan dan menyimpulkan pathos berbentuk perasaan, emosi, harapan, kebencian, dan kasih sayang. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data adalah dakwah Nazriel Abdul Muluk dengan tema: (1) Memaafkan kesalahan yang tak termaafkan, (2) Keutamaan memaafkan kesalahan, dan (3) Meminta ampun kunci penolak bala yang di unduh dari Youtube. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh (Suhandang, 2009), dan Aritoteles dalam Rakhmat, (2013), Borg, (2008) Haidar, (2021) dan Mira FD, (2021). Penelitian ini menggunkan teknik dokumentasi, simak, catat. Pathos yang digunakan Nazriel Abdul Muluk dalam 3 vidio yang diunduh pada November 2022, maka ditemukan adanya pathos dengan 63 temuan. Diantaranya pathos (1) berupa perasaan 3 data, (2) emosi 30 data, (3) harapan 11 data, (4) kebencian 7 data, (5) kasih sayang 12 data. Selanjutnya dipertegas dengan teori gesture maka dapat disimpulkan bahwa pathos berupa sentuhan emosi paling banyak digunakan oleh Nazriel Abdul Muluk, karena Nazriel Abdul Muluk ingin mempengaruhi pendengar dengan sentuhan emosi agar pembicara mampu mempengaruhi pendengar untuk mengindahkan atau menurui apa yang ia sampaikan.
No other version available