Text
Analisis Usaha Pembenihan Ikan Patin Di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau (Studi Kasus Pada Bbi Pangkalan Kasai)
Tingginya tingkat konsumsi ikan patin di masyarakat berpengaruh pada tingginya
tingkat budidaya pada ikan patin maka menimbulkan masalah pada penyediaan
benih ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:(1) Karakteristik
tenaga pembenihan dan profil bbi;(2) Teknologi pembenihan dan penggunaan
sarana produksi pada usaha pembenihan ikan patin(3) Biaya produksi, pendapaata
n, efisiensi usaha dan break event point (BEP).Penelitian ini menggunakan
metode studi kasus. Penelitian pada BBI Pangkalan Kasai di Kecamatan seberida,
Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau dilaksanakan dari bulan April -
September 2022. Responden pada penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri 1
orang Peramu Benih, dan 6 orang Tenaga Teknis. Data yang digunakan data
primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata umur
tenaga pembenihan yaitu 35 tahun, lama pendidikan rata-rata yaitu 12 tahun atau
berada pada tingkatan menengah atas, pengalaman pembenihan rata-rata adalah
4,3 tahun, jumlah tanggungan keluarga pengsuaha rata-rata yaitu 3,3 jiwa. Profil
BBI Pangkalan Kasai awal mula didirikan pada tahun 2000 yang memiliki luas
lahan sekitar 4 hektar,Struktur organisani BBI Pangkalan Kasai terdiri dari Kepala
UPTD BBI Pangkalan Kasai, Ka. Sub. Bag. Tata Usaha, Pramu Benih, Tenaga
Teknis, Staf Tata Usaha, Tenaga Kebersihan dan Satpam, Modal usaha
sepenuhnya bersumber dari Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu, Skala
usah termasuk kedalam skala usaha kecil dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 12
orang.(2) Teknologi budidaya pembenihan ikan patin di Balai Benih Ikan (BBI)
Pangkalan Kasai yang diterapkan tenaga pembenihan belum sesuai dengan
anjuran secara teoritis, mulai dari penyimpanan induk, seleksi induk, kawin
suntik, pembuhan, proses penetasan telur, penampungan larva, pemeliharaan
benih di ruangan tertutup dan pemanenan belum efektif dan efesien. Rata-rata
penggunaan sarana produksi yaitu, penyusutan peralatan dan bangunan sebesar
Rp. 2.291.833, penggunaan induk ikan patin yaitu 150 ekor, rata-rata penggunaan
pakan sebesar Rp. 3.770.000 dan rata- rata penggunaan obat-obatan sebesar Rp.
380.000.(3) Analisis usaha pembenihan ikan patin di BBI Pangkalan Kasai, biaya
produksi diperoleh sebesar Rp.25.991.834/Proses produksi, pendapatan kotor dipe
roleh BBI Pangkalan Kasai sebesar Rp. 70.000.000/proses produksi, pendapatan b
ersih diperoleh sebesar Rp. 44.008,166/proses produksi,efisiensi usaha diperoleh
sebesar 2,69. BEP Nilai sebesar Rp. 4.183.333/ekor, BEP Unit sebanyak 31.100
ekor, BEP Harga sebesar 74,3 ekor.
No other version available