Text
Tindak Tutur Ilokusi pada Program Catatan Najwa di Yautube
Tindak Tutur Ilokusi pada program Catatan Najwa di Youtube Tindak tutur ilokusi membahas tentang sikap dan ekspresi mengenai tindakan seseorang dalam berkomunikasi dengan kajian terfokus pada penutur dan mitra tutur karena harus mengerti siapa penutur dan mitra tuturnya, bagaimana situasinya, dan bagaimana konteksnya. Tindak tutur ilokusi selain berfungsi untuk menyatakan sesuatu, juga berfungsi untuk melakukan sesuatu. Dalam tindak tutur satu tuturan mengandung dua maksud, yaitu menginformasikan dan menyuruh untuk melakukan sesuatu. Pada program catatan Najwa di Youtube dapat ditemukan jenisjenis tindak tutur ilokusi. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarataif yang terdapat pada program Catatan Najwa di Youtube dengan tema Susahnya Jadi Perempuan?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat pada program Catatan Najwa di Youtube. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori J.R. Searle (dalam Tarigan, 2009). Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dokumen atau analisis isi oleh Bungin (2017). Data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan pembawa acara dan narasumber yang termasuk jenis tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ditemukan 162 data tuturan yang merupakan tindak tutur ilokusi. Tindak tutur ilokusi asertif 116 data tutran, tindak tutur direktif sebanyak 21 data tuturan, tindak tutur komisif sebanyak 3 data tuturan, tindak tutur ekspresif sebanyak 19 data tuturan, dan tindak tutur deklaratif sebanyak 3 data tuturan. Tindak tutur asertif banyak ditemukan dalam penelitian ini karena penutur mengemukakan isi pikiran serta menyatakan suatu informasi kepada mitra tuturnya. Tindak tutur yang sedikit ditemukan dalam penelitian ini adalah tindak tutur komisif dan tindak tutur deklaratif. Ini terjadi karena pada tindak tutur komisif penutur hanya menuturkan untuk mengikatkan dirinya terhadap tindakan-tindakan di masa yang akan datang dan pada tindak tutur deklaratif dikarenakan tindak tutur yang berdampak pada situasi atau keadaan tindak ujar yang khas yang dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai wewenang khusus dalam kelembagaan atau institusi tertentu.
No other version available