Text
Analisis Usaha Agroindustri Dan Pemasaran Kerupuk Atom Hanafa Food Di Kelurahan Binawidya Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Usaha Agroindustri Kerupuk Atom Hanafa Food merupakan salah satu usaha
pengolahan makanan dengan mengolah ikan tenggiri segar menjadi kerupuk atom
yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sehingga perlu dikelola dengan baik
agar bisa berproduksi optimal dan keuntungan maksimal. Tujuan dari penelitian
ini adalah: (1) Karakteristik pengusaha, pedagang dan profil usaha (2)
Penggunaan bahan baku dan bahan penunjang, penggunaan teknologi dan proses
produksi (3) Biaya produksi, produksi, harga, pendapatan, efisiensi dan nilai
tambah (4) Saluran, lembaga, fungsi-fungsi, biaya, margin, keuntungan
pemasaran, efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan metode survey.
Responden diambil dengan cara sengaja (purposive sampling) dengan jumlah 1
orang pengusaha yaitu Bapak Doni Fajri sebagai pemilik usaha agroindustri
kerupuk atom, 1 orang tenaga kerja dan 5 orang pedagang. Data yang
dikumpulkan terdiri dari data primer dan skunder berupa data deskriptif kuantitatif
dan kualitatif. Data yang dianalisis menggunakan metode hayami. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa umur pengusaha 43 tahun rata-rata umur pedagang yaitu
40,71 tahun tergolong usia produktif. Tingkat pendidikan pengusaha 15 tahun
(D3) dan rata-rata pendidikan pedagang 12,43 (SLTA). Pengalaman berusaha
pengusaha 11 tahun dan rata-rata pengalaman usaha pedagang yaitu 8,00 tahun.
Tanggungan keluarga pengusaha sebanyak 4 jiwa dan tanggungan keluarga pada
pedagang sebanyak 2-4 jiwa. Profil usaha agroindustri kerupuk atom berdiri sejak
2011 usaha ini berbentuk skala industri kecil, merupakan usaha milik perorangan,
modal usaha milik sendiri. Penggunaan bahan baku yang digunakan sebanyak 5
kg/proses produksi dan 60 kg/bulan. Teknologi yang digunakan sudah modern.
Total biaya sebesar Rp 952.707/proses produksi dan Rp 11.427,873/bulan. Jumlah
produksi sebanyak 10 kg dari 5 kg ikan tenggiri segar dan harga jual produksi
kerupuk atom sebesar Rp 160.000/kg. Pendapatan bersih Rp 647.292/proses
produksi dan 19.200.000/bulan dengan efisiensi sebesar 1,68 dan nilai tambah
yang dihasilkan sebesar Rp. 197.940 dengan rasio nilai tambah 61,85 persen.
Pemasaran kerupuk atom ini terdapat 2 saluran yaitu saluran pemasaran I yaitu
pengusaha ke pedagang pengecer ke konsumen dan pada saluran pemasaran usaha
ini memiliki margin pemasaran sebesar Rp 20.000 dan profit margin sebesar Rp
10.000/kg dan efisiensi sebesar 6,25 persen. Pada saluran II tidak memiliki margin
dan tidak memiliki profit margin serta efisiensi karena pengusaha langsung
menjual kepada konsumen.
No other version available