Text
Hubungan Regiusitas dengan Quarter-life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Islam Riau(Uir)
Mahasiswa tingkat akhir berada dalam tahap perkembangan dewasa awal yang penuh dengan pilihan dan tanggung jawab. Pada masa ini mahasiswa rentan mengalami krisis emosi sebagai respon terhadap perubahan yang konstan dalam berbagai aspek kehidupan. Quarter-life crisis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan krisis emosional yang terjadi pada masa transisi usia remaja menuju dewasa awal (emerging adulthood). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Riau. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala religiusitas yang terdiri dari 26 aitem yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi oleh Glock dan Stark, dan skala quarter-life crisis yang terdiri dari 29 aitem dan dikembangkan berdasarkan tujuh aspek yang dikemukan oleh Robins dan Wilner. Korespondensi diikuti oleh 396 mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Riau yang didapatkan melalui teknik quota sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Pearson’s Product Moment. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara quarter-life crisis dengan religiusitas dengan nilai (r) -0,469 dan koefisien signifikansi 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi religiusitas diikuti dengan rendahnya tingkat quarter-life crisis mahasiswa tingkat akhir.
No other version available