Text
Pengaruh Kesiapan Belajar terhadap Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX MK Yabri Terpadu Pekanbaru Tahun Ajaran 2022/2023
Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI AKL SMK YABRI Terpadu Pekanbaru Kesiapan pada dasarnya adalah sifat atau kekuatan yang membuat seseorang dapat bereaksi dalam cara tertentu. Kesiapan juga menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran karena dapat menimbulkan hal positif dalam mencapai tujuan, memperlencar belajar dan hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik akan berbeda-beda, karena banyak factor yang mempengaruhinya. Satu diantara yang ada adalah pendapat Slameto (2003:59) bahwa jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas XI AKL SMK YABRI TERPADU Pekanbaru. Variabel dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu Variabel bebas (X) Kesiapan Belajar dan Variabel Terikat (Y) Hasil Belajar. Jenis penelitian ini adalah Pendekatan Kuantitatif. Hipotesis dalam Penelitian ini adalah Ha: yaitu terpadat pengaruh antara kesiapan belajar dengan hasil belajar siswa kelas XI AKL SMK YABRI Terpadu Pekanbaru. Dari angket yang terdiri dari 71 butir dengan skala 1- 5 maka rentang skor yang ditetapkan untuk intrumen kesiapan belajar adalah 30- 150. Dan rata-rata skor teoritik (mean ideal-Mi)123 dan standar deviasi(standar deviasi ideal-SDI)adalah 5,7. Berdasarkan data penilaian dapat diketahui bahwa nilai terendah adalah 150dan nilai tertinggi adalah 139. Menurut hasil perhitungan didapatkan rata-rata (mean) sebesar 114,7, simpangan baku (standar deviasi ) sebesar 58,42, Modus (Mode) sebesar 122,71 dan nilai tengah (median) sebesar 115,75 dari tada tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata data 114,7 lebih rendah daripada skor rata-rata teoritik 123. Ini berarti kesiapan belajar siswa tergolong rendah. Rentang skor yang ditetapatkan untuk hasil belajar adalah 0- 100. Dan data rata-rata skor teoritik (Mean Ideal-Mi) adalah 73 dan standar deviasi (standar ideal-SDI)adalah 6.Berdasarkan data penelitian dapat diketahui bahwa skor terendah adalah 55dan skor tertinggi adalah 91. Menurut hasil perhitungan didapatkan rata-rata(mean) sebesar 70,07 simpangan baku (standar deviasi) sebesar 100,064, modus (mode) sebesar 70,39 dan nilai tengah (median) sebesar 64,5. Dari data tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata data 70,07 lebih rendah dibanding skor rata-rata teoritik73. Ini berarti hasil belajar siswa tergolong rendah.
No other version available