Text
Analisis Semantik Berbalas Pantun Pada Upacara Maanta Tando/Betunangan Msayarakat Melayu di DESA Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan
. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang mengungkapkan perasaan seseorang yang ia tuliskan dengan kata-kata indah yang memiliki makna yang begitu dalam. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna leksika, makna gramatikal, makna referensial, makna kiasan berbalas pantun pada upacara Maanta Tando/Betunang masyarakat Melayu di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis makna leksikal, makna gramatikal, makna referensial, dan makna kiasan pada upacara Maanta Tando/Betunang masyarakat Melayu di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chaer (2002). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakam dalam penelitian ini adalah Teknik observasi dan teknik rekamanan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat makna leksikal, makna gramatikal, makna referensial, dan makna kiasan. Contoh dari makna leksikal adalah pada kata Rebab: Alat musik menyerupai bola bertali dua atau tiga biasanya digesek dengan cara ditegakkan di lantai dan penggeseknya berada di belakang rebab. (Depdiknas, 2012:1150). Makna gramatikal Puaslah dalam pantun di atas termasuk bentuk kategori makna gramatikal yang makna tersebut mengalami perubahan secara afiksasi atau proses melekatnya afiks atau imbuhan kepada kata dasar yang menimbulkan makna dan fungsi baru. Adapun jenis Afiks dalam kata Puaslah adalah sufiks akhiran Lah. Makna Puaslah dalam pantun di atas membuktikan adanya bentuk perasaan yang sudah dijalani atau ungkapan perasaan. Makna referensial pada kata Kuali merupakan benda yang ada di kehidupan sehari-hari. Kata tersebut memiliki referen atau acuan yaitu tempat memasak atau menggoeng. Apabila diartikan, kuali benda di dapur yang digunakan untuk memasak. Yang terbuat dari aluminium, besi baja. Memiliki makna benda yang digunakan untuk memasak. Contoh di atas merupakan makna referensial yang mengacu pada benda. Makna kiasan sampai terlentang tanah di badan, janji tidakkan dilupakan maksudnya adalah sampai mati pun janji yang sudah di ucapkan tidak akan dilupakan atau diingkari.
No other version available