Text
Analisis Keekonomian Penerapan Metode Electrical Stimulation Oil Recovery (esor) Pada Sumur Rs#28 Dan Sumur Nk#13
Dalam dunia bisnis migas di Indonesia ini ada berbagai macam upaya untuk meningkatkan produksi dari sumur tua baik itu Secondary Recovery maupun Tertiary Recovery. Di Sumur RS#28 dan sumur NK#13 pada lapangan GK merupakan sumur yang berlokasi di Central Sumatera Basin dan memiliki cadangan migas yang komersial untuk dikelola. Sumur RS#28 ini merupakan sumur dengan jenis minyak light oil dengan kandungan paraffin yang tinggi dan memerlukan stimulasi Tertiary Recovery untuk memproduksinya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan stimulasi Electrical Stimulation Oil Recovery (ESOR). Stimulasi ini memanfaatkan arus Dirrect Current (DC) melalui pipa produksi yang dapat menaikan mobilitas minyak dan meningkatkan produksi. Diharapkan dari penelitian ini dapat menganalisis keekonomian stimulasi ESOR dan dapat diterapkan diberbagai sumur tua yang ada di Indonesia. Di nilai dari indikator keekonomian pada yang telah dilakukan pada sumur RS#28 dan Sumur NK#13 didapatkan hasil NPV pada sumur RS#28 = $ 80,762.58, IRR = 57.9 %, POT = 1.78 Tahun serta PI = 1.78 dan pada sumur NK#13 didapatkan nilai NPV = $ 102,758.9 dengan IRR = 52.9 %, POT = 1.69 Tahun serta PI = 1.99. Berdasarkan analisa keekonomian ESOR didapatkan yang telah di perhitungkan untuk pengejaan metode ESOR pada Sumur RS#28 dan Sumur NK#13. Nilai IRR yang didapatkan cukup tinggi dan Pay out Time yang paling cepat dimana modal investasi dikembalikan dalam waktu 1.78 Bulan untuk Sumur RS#28 dan 1.69 Bulan untuk Sumur NK#13. Sedangkan untuk nilai Profitibillity Index (PI) yang didapatkan lebih dari 1 dimana memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu 1.78 untuk Sumur RS#28 dan 1.99 untuk sumur NK#13 dan dinyatakan layak untuk dilakukannya pengerjaan pada kedua sumur tersebut. Berdasarkan indikator keekonomian dinyatakan bahwa sumur NK#13 lebih ekonomis dibandingkan dengan sumur RS#28.
No other version available