Text
Pembinaan Kolompok Sadar Wisata Senggarang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang
Masyarakat lokal daerah tujuan wisata akan terkena dampak pariwisata, baik secara ekonomi maupun sosial, sebagai akibat dari interaksi dengan pengunjung. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan saran kepada mereka yang terlibat dalam industri pariwisata, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kelompok Sadar Wisata, dan Komunitas yang dibangun di sekitar tempat wisata. Penerapannya menunjukkan masih kurangnya pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota kelompok sadar wisata dalam menciptakan kegiatan wisata. Hal ini terlihat dari jarangnya pengunjung yang mengunjungi Vihara Dharma Sanana, Sun Tekong, dan Vihara Seribu Patung yang dikelola oleh Pokdarwis Senggarang. Ada tanda-tanda bahwa pembinaan berbasis pelatihan dinas pariwisata belum dilaksanakan untuk sementara waktu; contoh terakhir adalah pada tahun 2017. Tabel 1.3, yang menunjukkan bahwa Pokdarwis terakhir mendapatkan pelatihan pada tahun 2017, memberikan bukti tentang hal ini. Ada dugaan Pokdarwis tidak rutin berkonsultasi dengan biro pariwisata. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya jadwal pertemuan antara Pokdarwis dengan dinas pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang telah memberikan penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung.
No other version available