Text
Pengembangan Wilayah Daerah Tertinggal Berbasis Komoditas Karet Di Kecamatan Kampar Kiri Hulu
Masalah ekonomi dan pengembangan daerah tertinggal merupakan masalah pokok dalam penelitian ini, oleh karena itu perencanaan perekonomian dan pengembangan harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang terus berkembang. Pengembangan wilayah adalah seluruh tindakan yang dilakukan dalam rangka memanfaatkan potensi-potensi wilayah yang ada, untuk mendapatkan kondisi-kondisi dan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat. Kecamatan Kampar Kiri Hulu merupakan salah satu wilayah daerah tertinggal di provinsi Riau. Kecamatan Kampar Kiri Hulu memiliki potensi pada sektor perkebunan karet dengan luas 15.418 Ha, sehingga berpeluang untuk meningkatkan pengembangan ekonomi melalui pemanfaatan komoditas sektor perkebunan karet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan wilayah berbasis komoditi sektor perkebunan karet dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Untuk mencapai tujuan tersebut, hal yang dilakukan adalah Menganalisis sektor perkebunan karet terhadap kontribusi tingkat perekonomian dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ), Menganalisis pendapatan hasil usaha petani karet dengan menggunakan Analisis Hasil Usaha Tani dan Merumuskan strategi yang akan disusun guna meningkatkan perekonomian dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa karet termasuk dalam komoditas basis karena nilai LQ menunjukan angka lebih dari 1 selama 5 tahun terakhir, dalam Analisis Hasil Usaha Tani didapatkan bahwa total pendapatan petani adalah sebesar Rp. 35.560.350/Ha/tahun dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp. 30.173.570/Ha/tahun, dan juga hasil perhitungan rasio kelayakan nya adalah 1,23 yang artinya komoditas karet layak untuk di jadikan komoditi utama untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
No other version available