Text
Penerapan Konsep Zero Run Off Dalam Mengurangi Limpasan Di Fakultas Teknik Universitas Islam Riau
Berdasarkan observasi, 80 persen tata guna lahan di Fakultas Teknik Universitas Islam Riau didominasi oleh bidang yang tidak tembus air (impermeable) berupa atap dan halaman perkerasan paving block, sehingga menyebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi. Saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama maka akan meningkatkan limpasan aliran permukaan dan menimbulkan genangan. Akibatnya di kawasan Gedung A terjadi genangan kurang lebih setinggi 4 cm, sedangkan di kawasan Gedung B terjadi genangan kurang lebih setinggi 8 cm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan konsep Zero Run Off dalam mengurangi limpasan, dan mengetahui besar limpasan yang dapat direduksi dalam penerapan konsep Zero Run Off di kawasan Gedung A dan Gedung B Fakultas Teknik Universitas Islam Riau. Metode penelitian yang digunakan dengan analisa hidrologi, analisa limpasan kondisi eksisting, dan perencanaan tiga skenario konsep Zero Run Off (ZRO) dengan kombinasi teknologi Penampungan Air Hujan (PAH), Sumur Resapan, dan Taman Hujan. Hasil yang diperoleh adalah kawasan Gedung A dan Gedung B menghasilkan debit limpasan sebesar 0,0662 m3/s. Skenario ZRO 1 menghasilkan debit reduksi sebesar 0,0465 m3/s atau 70,2%, skenario ZRO 2 menghasilkan reduksi sebesar 0,0395 m3/s atau 59,7%, dan skenario ZRO 3 menghasilkan debit reduksi sebesar 0,0627 m3/s atau 94,7% dari total debit yang melimpas. Skenario ZRO 3 berupa kombinasi 56 unit PAH, 10 unit Sumur Resapan, dan 1.476,24 m2 Taman Hujan dapat mereduksi limpasan (runoff) yang ditimbulkan oleh air hujan sebesar 94,7% dari debit limpasan sebesar 0,0662 m3/s, sedangkan sisanya 5,3% atau mendekati 0% (Zero Run Off) melimpas ke saluran drainase.
No other version available