Text
Analisis Tingkat Implementasi Konstruksi pada Bangunan Gedung Pra Sekolah di Kota Pekanbaru Studi Kasus:TK YLPI-Pekanbaru
Gedung sekolah, khususnya TK, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan sejak dini. Maka dari itu, sangat penting untuk memastikan gedung TK sendiri sudah menerapkan konsep konstruksi hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gedung pra sekolah TK YLPI telah menerapkan konsep konstruksi hijau, menganalisis tingkat efisiensi energi, air dan material berdasarkan standar EDGE, serta melakukan optimalisasi kinerja bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data sekunder berupa gambar kerja (as built drawing) dan dokumen 3D Sketchup, kemudian melakukan input data desain bangunan pada aplikasi EDGE untuk mengukur tingkat efisiensi. Variabel yang diteliti meliputi EEM (Energy Efficiency Measures), WEM (Water Efficiency Measures) dan MEM (Materials Efficiency Measures). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK YLPI belum memenuhi standar minimum efisiensi energi, air dan material secara optimal yaitu minimum 20%. Pada efisiensi energi Gedung A memperoleh tingkat efisiensi energi sebesar 2,71%, Gedung B 19,42%, dan Gedung C 10,89% hal ini menunjukkan bahwa ketiga Gedung TK YLPI belum mencapai standar minimum EDGE untuk efisiensi energi yaitu 20%. Pada efisiensi air Gedung B mencapai skor efisiensi sebesar 32,76% yang menunjukkan bahwa Gedung B sudah mencapai skor minimum efisiensi air pada sistem EDGE yaitu minimum 20%. Assessment pada efisiensi air tidak dilakukan terhadap Gedung A dan Gedung C dikarenakan pada Gedung A dan Gedung C tidak menggunakan air. Hasil assessment pada efisiensi material menunjukkan bahwa ketiga Gedung telah mencapai standar minimum sistem EDGE untuk efisiensi material yaitu 20%. Dimana pada Gedung A mendapatkan skor 80%, pada Gedung B dan Gedung C mendapatkan hasil 73%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gedung TK YLPI Pekanbaru perlu dilakukan optimalisasi terhadap penghematan energi dikarenakan belum mencapai standar minimum sistem EDGE yaitu 20%. Optimasi pada efisiensi energi dapat dilakukan dengan menambahkan sistem pendingin berupa AC dan mengganti sistem pencahayaan.
No other version available