Text
Gambaran Kematangan Emosi Pada Pasangan Nikah Muda Yang Mengalami Perceraian Di Kabupaten Kampar
Perceraian pada pernikahan muda tidak lepas dari kematangan emosi pada remaja, sering sekali kematangan emosi menjadi salah satu alasan terjadinya perceraian pada pasangan yang menikah muda. Kabupaten Kampar merupakan salah satu wilayah dimana peneliti menemukan subjek yang memenuhi kriteria dalam penelitian. Peneliti menemukan bahwa kebanyakan dari kasus perceraian terjadi pada anak dibawah umur yaitu pada usia 15-22 tahun saat memutuskan menikah, hal ini tak lepas dari pandangan masyarakat yang menganggap pernikahan lebih baik dilakukan agar terhindar dari buah bibir dari masyarakat setempat. Namun tak dapat dipungkiri bahwa perceraian pada pasangan nikah muda ini sering terjadi, ini dikarnakan karna kurang matang nya emosi dari anak tersebut. tak heran jika pasangan yang belum matang emosinya hanya bisa menjalankan pernikahan kurang lebih 2 tahun lamanya. Fenomena perceraian akibat kurang matangnya emosi ini sangat sering terjadi bahkan diluar dari Kabupaten Kampar sekalipun. Subjek penelitian dalam peneliti ini sebanyak 3 orang, yang terdiri dari 2 perempuan yang berstatuskan janda dan 1 orang laki- laki yang berstatuskan duda. Mereka merupakan korban perceraian pada pernikahan di usia muda. Teknik yang digunakan oleh peneliti dalam penelitiannya menggunakan teknik analisis data Kualitatif, yang mana teknik ini menggunakan metode Wawancara dalam penelitiannya. Pada proses penelitian peneliti membawa beberapa alat seperti perekam suara, buku kecil, pena dan alat bantu lainnya untuk memudahkan proses wawancara selama penelitian berlangsung.
No other version available