Text
Analisis Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Solvent Untuk Kombinasi Surfaktan Anionik dan Amfoter
Injeksi Surfaktan merupakan suatu metode Chemical EOR yang digunakan dalam mengatasi penurunan produksi minyak. Dalam memilih surfaktan yang nantinya diinjeksi, akan dilakukan uji screening terlebih dahulu sesuai dengan karakteristik reservoir. Pada penelitian ini dilakukannya kombinasi surfaktan anionik dan amfoter. Adapun parameter yang akan dilakukan pada penelitian ini, antara lain perbedaan rasio 1:1, 1:2, 2:1 dan 1:3 dengan konsentrasi larutan surfaktan 0,5 ; 1,0 ; 1,5 ; 2,0 dan 2,5%. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan beberapa jenis solvent (pelarut) antara lain butyl cellulose, toluene dan xylene dengan konsentrasi 0,1% dan 0,5% pada larutan surfaktan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui compatibility, thermal stability, gugus fungsi dan phase behavior pada masing-masing nilai rasio dan konsentrasi larutan surfaktan, serta peneliti akan menganalisa jenis dan konsentrasi solvent yang digunakan. Hasil dari pengujian compatibility, larutan surfaktan yang compatible sebanyak 42 sampel. Larutan yang compatible terbanyak ini dari jenis butyl cellulose dengan total 16 sampel sedangkan pada konsentrasi solvent yaitu di 0,5%. Kemudian, pengujian thermal stability menghasilkan 41 sampel yang lolos ditemperatur 60oC kestabilan larutan diamati. Terdapat winsor tipe III atau fase tengah di 4 sampel pada larutan surfaktan 1:3, 0,5% dengan jenis solvent T0,1%, T0,5%, X0,1% dan X0,5%. Pada larutan yang optimal ini, didapatkan hasil dari uji spektrum FTIR terdapatnya gugus O-H, C=C, C-N dan C-H.
No other version available