Text
Superstisi Masyarakat Melayu pada Katagori Lahir Masa Bayi,dan Masa Kanak-Kanak di Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru
Superstisi merupakan ungkapan yang mengandung supernatural yang digunakan untuk mendidik perilaku anak. Terjadinya pergeseran dan perubahan etika dan adab berperilaku pada lapisan masyarakat menjadi sesuatu yang dicemaskan. Maka diperlukan suatu superstisi yang dapat bermanfaat dan dapat diterima dengan pemikiran rasional sesuai dengan adat resam kemelayuan yang tidak bertentangan dengan akidah Islam karena mayoritas masyarakat Melayu Tebing Tinggi Okura beragama islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan-permasalahan yang terkait dengan mendeskripsikan bentuk superstisi, struktur, makna dan fungsi pada kategori lahir, masa bayi dan masa kanak-kanak masyarakat Melayu Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Analisis penelitian ini berlandaskan teori Danandjaja (1997) untuk cakupan kategori, struktur dan fungsi sedangkan teori Chaer (2013) digunakan untuk makna. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta teknik pancing dan simak. Analisis data penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa superstisi masyarakat Melayu kategori lahir,masa bayi dan masa kanak-kanak : (1) superstisi masyarakat Melayu Tebing Tinggi Okura memiliki struktur dua bagian dan struktur tiga bagian, (2) superstisi masyarakat Melayu Tebing Tinggi Okura mengandung makna denotatif dan konotatif, (3) superstisi masyarakat Melayu Tebing Tinggi Okura memiliki fungsi sebagai penebal emosi keagamaan dan kepercayaan, sistem proyeksi khayalan, alat pendidikan anak dan remaja serta penjelasan yang diterima akal suatu folk terhadap gejala alam.
No other version available