Text
Citraan dalam Novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini dan Gina S.Noer
Penelitian ini dilatar belakangi oleh citraan. Citraan merupakan cara mengungkapkan gambaran kehidupan sebagai bayangan penginderaan yang ditimbulkan oleh kata atau kalimat, sehingga gambaran yang terdapat dalam suatu karya sastra tersebut memiliki daya tarik. Melalui citraan yang digunakan oleh pengarang, sesuatu yang digambarkan tersebut akan terasa lebih nyata dalam pikiran pembaca. Novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini dan Gina S. Noer menggunakan citraan. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah citraan yang terdapat dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini dan Gina S. Noer? Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data-data dan informasi untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan data tentang citraan yang terdapat dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini dan Gina S. Noer. Teori yang digunakan adalah teori Burhan Nurgiyantoro (2014). Sumber data yang digunakan adalah novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini dan Gina S. Noer yang terdiri dari 208 halaman. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian perpustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik hermeneutik. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian citraan dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini dan Gina S. Noer memperlihatkan citraan penglihatan dan citraan pendengaran yang mendominasi dapat dilihat dari tokoh Bima dan Dara yang seringkali saling tatap dan bercerita sehingga keduanya saling mendengarkan satu sama lain. Sedangkan citraan gerak, perabaan dan penciuman dalam peneltian ini dapat berfungsi untuk melukiskan karakter tokoh dan memberi gambaran bagaimana karakter masing-masing tokoh.
No other version available