Text
Evaluasi Pelaksanaan Tugas Karang Taruna di Desa Petani Kecamatan Bathin Sholapan Kabupaten Bengkalis
EVALUASI PELAKSANAAN TUGAS KARANG TARUNA DI DESA PETANI KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS ABSTRAK Oleh: Lika Ratu Inexsih Kelompok Karang Taruna, yang didirikan sebagai organisasi masyarakat dengan melibatkan generasi muda di desa setempat, melalui organisasi ini, banyak jenis opini dan kreativitas yang dapat disalurkan. Tujuan dari rencana kegiatan organisasi pemuda Karang Taruna adalah untuk mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, terutama yang dihadapi kaum muda, dengan mencegahnya, merehabilitasi mereka, dan memaksimalkan potensi mereka di lingkungan mereka. Diyakini bahwa organisasi sosial Karang Taruna, yang mempromosikan pemberdayaan pemuda, akan menjalankan fungsi utamanya secara efektif. Karang Taruna diperlukan untuk mengubah tatanan kelembagaan baru di periode modern. Perubahan yang diantisipasi terjadi sebagai akibat dari globalisasi memiliki potensi untuk menghasilkan tantangan terbuka yang dinamis yang mempengaruhi pemuda pada berbagai tingkatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan hasil Evaluasi Pelaksanaan tugas Karang Taruna didesa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk melakukan pengukuran secara cermat dan komprehensif terhadap suatu fenomena sosial. Penelitian ini dilakukan di Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, kuisioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan kuisoner dan wawancara maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian dari jawaban tanggapan responden secara keselurahan melalui kuesioner dan wawancara diketahui 52 responden dengan rerata jawaban 8,7 dan persentase sebesar 43,3% yang menyatakan cukup baik dalam melaksanakan tugas karang taruna di Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. Hal ini sesuai dengan kenyataan di lapangan bahwa dalam pelaksanaannya ditemukan hambatan yang salah satunya kurangnya partisipasi serta pelaksaan Karang Taruna dalam menjalankan tugasnya. Hal ini juga dampak dari globalisasi, sehingga pemuda lebih memilih kepentingan lain yang mereka anggap lebih penting daripada bergabung dengan organisasi Karang Tauna. Hilangnya minat para pemuda ini membuat sebagian besar Karang Taruna tidak aktif menjalankan atau tidak aktif untuk melaksanakan program kerja karena kurangnya anggota atau pemuda yang bergabung dalam organisasi.
No other version available