Text
Optimasi Pemilihan Configuration Blowout Preventer(Bop) untuk Operasional Pengeboran di WK Rokan
Blowout Preventer (BOP) adalah alat khusus yang digunakan untuk menyegel, mengontrol, dan memantau sumur minyak dan gas untuk mencegah ledakan pelepasan minyak mentah dan gas alam yang tidak terkontrol dari sumur. Saat ini ada 31 sumur yang akan dianalisis di WK Rokan semuanya menggunakan BOP Class III B. Analisis yang telah dilakukan perusahaan ditemukan beberapa sumur mengalami over speck. Oleh karena itu diperlukan analisis dan optimasi dengan menggunakaan metode Maximum Anticiped Surface Pressure (MASP) untuk menentukan desain BOP yang tepat. Ukuran dan rating mempengaruhi spesifikasi peralatan pressure control seperti BOP dan rangkaian casing. Untuk menentukan configuration yang tepat digunakan perhitungan pore pressure, fluid content, hydrostatic pressure, dan TVD. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari 31 sumur yang dianalisis terdapat 29 sumur yang seharusnya menggunakan BOP Class II dengan pressure dibawah 300 psi dan ada 2 sumur seharusnya menggunakan BOP Class III A pressure diatas 301 psi. Berdasarkan harga beli baru untuk BOP class II, III A, dan III B terdapat perbedaan selisih harga BOP class II dan class III B adalah Rp. 1.927.458.765 dan BOP class III A dan III B adalah Rp. 937.684.505. Analisis durasi dari nipple up BOP class II yaitu 10 jam dan BOP class III A/B yaitu 13,5 jam. Perbedaan durasi antara BOP Class II dan Class III A/B adalah 3,5 jam. BOP yang digunakan saat ini oleh PHR bisa dioptimasikan dengan menggunakan BOP Class II untuk 17 sumur, untuk biaya dari perkomponen BOP Class II lebih murah, dan durasi dari nipple up lebih cepat.
No other version available