Text
Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Dalam Mengatasi Culture Shock Pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Di Jepang
Jepang dikenal sebagai negara maju yang memiliki teknologi canggih, dan negara beradab sehingga tidak jarang masyarakat Indonesia ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jepang karena besarnya royalti yang diberikan. Namun dengan begitu perlu ada penyesuaian diri yang dilakukan oleh TKI dalam melakukan komunikasi di Jepang atau secara keilmuan biasa disebut komunikasi antar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh TKI di Jepang dalam menghadapi culture shock. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, teknik analisis data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan TKI di Jepang, hasil penelitian menunjukkan bahwa TKI memiliki pengetahuan tentang budaya yang ada di Jepang. Jepang dikenal sebagai negara dengan kecanggihan teknologi sehingga TKI memiliki keterampilan yang baik salah satunya mampu beradaptasi terhadap aturan disana. Proses berpikir dan menilai terjadi karena adanya kegiatan sosial dan lingkungan seperti masuknya musim dingin maupun panas yang marus membuat TKI melakukan penyesuaian diri sehingga dapat bertahan di Jepang. sangat tertarik untuk bekerja di Jepang karena dibayar dengan upah yang besar. Prinsip dan keyakinan yang ditonjolkan yaitu saling menghargai dan mendukung budaya sekitar, sebagai pendatang TKI Jepang sangat mengikuti norma masyarakat Jepang dan berusaha untuk tetap setara, contohnya berusaha mempelajari bahasa Jepang dan Inggris secara maksimal. Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki sopan santun, culture shock yang terjadi yaitu kesulitan dalam bahasa dan musim. Dengan begitu TKI terus berusaha untuk menyesuaikan diri. Selain itu TKI Indonesia juga melakukan pendekatan diri mendalam terhadap lingkungan sekitar dan berusaha bergabung dengan lingkungan baru.
No other version available