Text
Praktek Lingkaran Kekerasan di Sekolah (Studi pada SMK X di Pekanbaru)
Kekerasan didunia pendidikan di defenisikan sebagai sikap yang agresif perilaku yang melebihi kapasitas kewenangan dan tentunya akan menimbulkan pelanggaran hak bagi korban. Salah satunya masih adanya budaya senioritas yang menjadi salah satu penyebab rendahnya kepercayaan diri para siswa. Adanya budaya senioritas di lingkungan sekolah berdampak negatif terhadap anak. Dimana hal ini akan mempengaruhi anak ikut terlibat dalam perilaku-perilaku yang menyimpang seperti yang terjadi pada salahsatu SMK X di pecan baru. Melalui metode kualitatif deskriptif penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran terkait praktek kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh antar siswa serta faktor yang menyebabkan budaya praktik kekerasan terus terjadi di sekolah. Penelitian ini menggunakan teori subcultural theory dan defferential association theory dalam pembahasannya. Hasil dari temuan peneitian ini menunjukkan bahwa Kekerasan didunia pendidikan di defenisikan sebagai sikap yang agresif perilaku yang melebihi kapasitas kewenangan dan tentunya akan menimbulkan pelanggaran hak bagi korban. Dampak dari kekerasan terhadap korban bisa sangat merugikan, terutama bagi kesehatan mental mereka. Faktor penyebab kenakalan anak dapat berasal dari faktor internal anak itu sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya. Perilaku kekerasan didorong oleh dorongan-dorongan tertentu yang memberikan alasan bagi siswa untuk melibatkan diri dalam perilaku tersebut Self-control yang lemah juga membuat individu sulit mengendalikan perilaku mereka, sehingga mereka kesulitan membedakan antara perilaku yang baik dan buruk. Dalam kasus ini kekerasan tersebut turun temurun dari angkatanangkatan sebelumnnya yang kemudian secara berkelanjutan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
No other version available