Text
Strategi Komunikasi Diskominfo Kota Dumai Dalam Mensosialisasikan Program Dumai Smart City
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Dumai dalam Mensosialisasikan Program Dumai Smart City. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dimana bertujuan untuk dapat mendeskripsikan apa yang terjadi pada penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif yang hanya berisikan situasi atau peristiwa dan tidak menguji hipotesis atau memuat prediksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data triangulasi. Triangulasi data digunakan untuk membuat data yang didapatkan menjadi valid, reliabilitas dan bermanfaat sebagai alat bantu dalam menganalisis data dilapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan kesimpulan (conclusions drowing/verifiying). Subjek dari penelitian ini adalah 4 informan yang mana 3 informan merupakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Dumai, 1 infroman merupakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Dumai dalam mensosialisasikan program Dumai Smart City dilakukan penelitian dan juga peninjauan kembali terkait dengan program Dumai Smart City agar dapat disesuaikan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Dumai. Pemerintahan Kota Dumai melalui tim dewan Smart City dan tim pelaksana program Dumai Smart City melakukan perencanaan dengan melihat unsur-unsur komunikasi yang ada yaitu dengan menentukan komunikator, pesan, media, sasaran dan efek yang ditimbulkan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara langsung kepada para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang mewakili daerahnya masing-masing. Kemudian OPD ini melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat tentang beberapa program Dumai Smart City melalui media sosial, brosur, dan banner. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala yang dilakukan 3 bulan sekali untuk di dalam Kota Dumai dan 6 bulan sekali untuk pemerintah pusatnya yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari program Dumai Smart City. Pelaporan merupakan kegiatan akhir dari tahapan strategi komunikasi. Pelaporan terbentuk berkas dokumen yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan acuan untuk pertimbangan program Dumai Smart City di masa yang akan datang.
No other version available