Text
Studi Pemanfaatan Kulit Kayu Akasia Sebagai Inhibitor Scale Organik pada Pipa Sumur Migas
Scale merupakan endapan yang terjadi akibat tercampurnya dua mineral yang incompatible. Endapan tersebut sering terjadi di flowline, production line dan gathering station serta bisa mengganggu produksi minyak dan gas. Scale juga dapat memperkecil diameter pipa dan menghambat aliran fluida sehingga menyebabkan menurunnya laju alir produksi dan rusaknya alat-alat produksi. Scale umumnya dapat diatasi dengan inhibitor anorganik dan organik. Saat ini inhibitor organic banyak diteliti karena bahannya mudah di dapat di sekitar kita dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Adapun inhibitor yang menggunakan bahan anorganik antara lain Asam Klorida dan Ethylene Diamine Tetracetic Acid (EDTA). Pada penelitian ini bahan utama yaitu Kulit Kayu Akasia yang di mesirasi dan dijadikan bahan organik yang akan digunakan untuk mereduksi scale. Hasil pengujian senyawa tanin pada ekstrak kulit kayu akasia dengan menggunakan alat spektrofotometri uv-vis didapatkan sebesar 22,15%. Penelitian ini membahas perbandingan pengaruh inhibitor organic scale ektsrak kulit kayu akasia dan EDTA 2Na (Ethylene Diamine Tetra Asetat) dengan menggunakan kadar konsentrasi 5,10,15 dan 20 ml serta variasi waktu 10, 20, dan 30 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui asam organic ekstrak kulit kayu akasia berpengaruh terhadap pengurangan scale, dimana efisiensi reduksi paling efektif pada waktu 30 menit dengan volume perendaman 20 ml yaitu 0,124 dengan persentase reduksi sebesar 6,2% dan efisiensi reduksi menggunakan EDTA 2Na (ethylene diamine tetraacetic acid) pada volume perendaman 20 ml dengan waktu 30 menit yaitu 0, 189 dengan persentase tereduksi 9,8%.
No other version available