Text
Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh di Kelurahan Kerinci Korta Kbupaten Pelalawan
Kota pada awalnya berupa permukiman dengan skala kecil, kemudian mengalami perkembangan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, perubahan sosial ekonomi, dan budaya serta interaksinya dengan kota-kota lain dan daerah sekitarnya. Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu wilayah yang berada di Provinsi Riau dan berdasarkan SK Bupati Pelalawan KPTS. 050/BAPPEDA/757/2014 tentang Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh, untuk luas permukiman kumuh Kabupaten Pelalawan yaitu seluas 70,94 Ha. Tipologi kumuh Kelurahan Pangkalan Kerinci merupakan Permukiman kumuh dekat pusat kegiatan sosial ekonomi. Permukiman kumuh dekat pusat kegiatan sosial-ekonomi adalah permukiman kumuh. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah penyebaran kuisoner kepada penduduk yang bertempat tinggal di Kelurahan Kerinci Kota, survei lapangan yang di lakukan di Kelurahan Kerinci Kota dan beberapa data dari instansi terkait. Data-data tersebut di gunakan untuk mengetahui bagaimana penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kerinci Kota yang mana nantinya diolah dengan menggunakan beberapa analisis diantaranya yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis kualitatif kuantitatif dengan metode skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap penyebab kekumuhan faktor pertama adalah kendudukan (imigrasi/urbanisasi), faktor kedua adalah kondisi sarana dan prasarana, faktor ketiga adalah kondisi sosial budaya, faktor keempat adalah aksesibilitas, faktor kelima adalah lahan, faktor keenam adalah kondisi sosial ekonomi, faktor ketujuh adalah pendidikan, dan faktor kedelapan adalah tata ruang. Merumuskan konsep penanganan kawasan permukiman kumuh Di Kelurahan Kerinci Kota dengan melakukan perbaikan serta membentuk tim pengawasan dalam upaya pemeliharaannnya.
No other version available