Text
Analisis Implementasi 5 Elemen Sistem Manajemen Keselamatan Konsttruksi( SMKK)Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi di Kota Pekanbaru
Dalam 5 tahun terakhir tercatat angka kecelakaan kerja di Kota Pekanbaru
mengalami tren peningkatan. Pada tahun 2018 angka kecelakaan kerja mencapai
5.041 kasus, pada tahun 2019 mengalami peningkatan kasus 35% dari tahun
sebelumnya menjadi 6.808 kasus. Tahun 2020 mengalami peningkatan pesat
menjadi 11.474 kasus yaitu naik kembali 69% dari tahun 2019, lalu mengalami
penurunan kasus pada tahun 2021 sebesar 34% menjadi 7.538 kasus. Hingga
pada tahun 2022, terdapat 10.238 kasus kecelakaan kerja. Jumlah tersebut naik
36% dari tahun sebelumnya. Tahun 2020 menjadi tahun dengan angka kecelakaan
kerja tertinggi dalam 5 tahun terakhir, tentu hal ini dapat menjadi pemicu untuk
menekan angka tersebut pada tahun 2023. Tujuan Penelitian adalah mengetahui
persentase dan peringkat penerapan 5 Elemen Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi (SMKK) pada 3 proyek konstruksi di Kota Pekanbaru.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Dimulai dengan
pemilihan proyek yang memiliki indikator sebagai proyek dengan kategori tingkat
resiko sedang berdasarkan nilai kontrak dan masa pelaksanaan konstruksi. dengan
melakukan observasi langsung ke lokasi proyek konstruksi serta mewawancarai
staff Ahli K3 pada proyek lalu menganalisis hasil observasi langsung dengan
dokumen pendukung SMKK dan menghitung jumlah kriteria yang terpenuhi
berdasarkan hasil observasi lalu mengidentifikasi peringkat dari persentase
penerapan SMKK.
Berdasarkan hasil analisis perhitungan penerapan SMKK yang berpedoman
pada Permen PUPR No.10 tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun
2012 diketahui bahwa persentase penerapan SMKK pada proyek pembangunan
Gedung perkuliahan dan prodi polteknik kemenkes Riau adalah 77,91% termasuk
kategori Baik. Persentase penerapan SMKK pada proyek pembangunan rumah
sakit Bhayangkara Kota Pekanbaru adalah 17,44% termasuk kategori Kurang.
Persentase penerapan SMKK pada proyek fisik pengembangan kawasan Masjid
Raya An-Nur Provinsi Riau adalah 90.70% termasuk kategori Memuaskan.
No other version available