Text
Evaluasi Tarif Akutan Umum Bus Tras Metro Pekanbaru Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (Bok)Ability To Pay (ATP) dan Willingness TO Pay (WTP)
Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota mulai berkembang di Indonesia. Khususnya Provinsi Riau dalam sistem transportasinya yang menggunakan angkutan umum, seperti Trans Metro Pekanbaru. Trans Metro Pekanbaru merupakan sarana transportasi perkotaan, dimana keberadaan angkutan umum penumpang tersebut sangat penting sehingga diperlukan suatu pengaturan agar dapat melayani penumpang secara maksimal.Perubahan harga bahan bakar diharapkan dapat ikut memberikan perubahan terhadap tarif angkutan umum khususnya angkutan Trans Metro Pekanbaru. Tetapi ada hal kontras yang perlu diperhatikan bahwa perubahan harga minyak dunia bersamaan dengan kritis global yang di alami oleh hampir seluruh negara di dunia, sehingga berdampak pada kenaikan harga komponen yang mempengaruhi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) serta nilai kemampuan dan kemauan pengguna angkutan umum. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka perlu diadakan suatu penelitian mengenai Biaya Operasional Kendaraan, kemauan dan kemampuan penumpang sehinggah mengetahui besaran tarif berdasarkan BOK dan daya beli penumpang. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey langsung dilapangan selama 2(dua) hari, 1(satu) hari kerja dengan 1(satu) hari libur dan jam sibuk dengan jam tidak sibuk untuk mendapatkan data-data yang diperlukan seperti umur, pekerjaan, penghasilan responden dan data lainnya. Kemudian data-data yang telah didapat tersebut di olah dengan perhitungan standard Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2002. Hasil Analisis Biaya Operasional Kendaraan diperoleh yaitu sebesar Rp. 5.665 dimana analisis ini menunjukan bahwa tarif Bus Tans Metro Pekanbaru yang ditetapkan berada jauh diatas tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, dimana tarif yang berlaku yaitu Rp.4000. Hasil rata-rata nilai ATP diperoleh sebesar Rp.5.500 dengan nilai minimum Rp.3.500 dan ATP tertinggi sebesar Rp.8.000. Tinggi atau rendahnya nilai ATP sangat tergantung pada beberapa parameter yaitu alokasi biaya yang disisihkan untuk transportasi bus, pendapatan perbulan responden dan penghasilannya. Berdasarkan nilai rata-rata ATP yang diperoleh menandakan responden sangat mampu untuk membayar jasa bus dimana ATP responden lebih besar dibandingkan tarif dasar bus TMP yang sudah ditetapkan yaitu sebesar Rp. 4.000 artinya dengan tarif bus tersebut sangat terjangkau oleh responden untuk membayar sesuai dengan pendapatan perbulan mereka.
No other version available