Text
Studi Kasus: Faktor Risiko Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual menjadi salah satu kasus kriminalitas dengan angka tertinggi di Indonesia. Korban dari kekerasan seksual tidak hanya orang dewasa melainkan juga anak di bawah umur. Kekerasan seksual ini memberikan dampak baik fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif maupun kuratif untuk menekan terjadinya kasus kekerasan seksual pada anak. Untuk menentukan langkah yang tepat, maka perlu diketahui faktor risiko apa saja yang dapat meningkatkan kerentanan seorang anak menjadi korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah memahami secara mendalam tentang faktor risiko terjadinya kekerasan seksual pada anak korban kekerasan seksual. Informan utama dalam penelitian ini adalah tiga orang anak dibawah umur korban kekerasan seksual yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan psikologis. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan korban dan keluarga korban kekerasan seksual yang meningkatkan kerentanan anak menjadi korban kekerasan seksual. Pada faktor terkait korban yaitu jenis kelamin, seksualitas, usia, kecerdasan dan prestasi akademik, keadaan disabilitas, masalah isolasi sosial serta faktor kepribadian. Pada faktor terkait keluarga terdiri dari kondisi keluarga, latar belakang orang tua, sosial ekonomi, dan pola asuh orang tua.
No other version available