Text
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Self-Compassion Pada Remaja Di Pondok Pesantren
Hubungan Kecerdasan Emosional terhadap Self-Compassion pada Remaja di Pondok Pesantren KHAIRUN NISA 198110120 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Pondok Pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia. Menurut Qomar (2007), kehadiran pesantren sebagai lembaga pendidikan di Indonesia telah eksis selama 6 abad dimulai dari abad ke-15 hingga sekarang, tidak hanya untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama, banyak pesantren yang telah menetapkan pelajaran akademik seperti matematika, bahasa inggris dan lainlainnya. Self-Compassion adalah sikap penerimaan, menghargai serta memaafkan atas segala peristiwa yang telah terjadi di sepanjang kehidupan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali emosi, mengatasi permasalahan, memotivasi diri di segala situasi, mampu untuk berempati kepada orang lain serta mampu untuk membangun hubungan dengan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kedua variabel kecerdasan emosional dan selfcompassion pada remaja di pondok pesantren. Subjek penelitian ini berjumlah 258 santri dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan cara Purposive Sampling. Metode analisis data yang digunakan uji analisis pearson product. Hasil uji hipotesis dengan nilai r = 0,180 dengan nilai p = 0,004 (p < 0,05) artinya menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan self-compassion pada remaja di pondok pesantren. Artinya menunjukkan hubungan semakin tinggi kecerdasan emosional santri maka semakin tinggi pula self-compassion remaja di pondok pesantren. Begitupun sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin rendah pula selfcompassion remaja di pondok pesantren.
No other version available