Text
Analisis Pemasaran Beras Di Desa Kuala Mulya Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Desa Kuala Mulya merupakan salah satu desa sentra penghasil beras dan dimana
beras banyak dipasarkan didaerah tersebut. Harga beras di pasaran dipengaruhi
oleh peran lembaga pemasaran. Dalam hal ini proses pemasaran beras akan
mengalami proses yang panjang dan akan mengalami perubahan harga dari
tingkat produsen sampai ke konsumen akhir. Hal ini menjadikan aspek pemasaran
beras sebagai kegiatan bagi petani dan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk
(1)Mengetahui karakteristik petani, pedagang pengumpul, dan pedagang
pengecer, (2)Mengetahui lembaga pemasaran, saluran pemasaran, fungsi
pemasaran, (3)Menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan
pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan
metode survey yang dilakukan mulai dari bulan Maret 2022 sampai September
2022. Hasil penelitian (1)Menunjukkan rata-rata umur petani 44.22 tahun, tingkat
pendidikan petani 9.65 tahun, lama pengalaman berusahatani 6.93 tahun, dan ratarata jumlah tanggungan keluarga petani adalah 3 jiwa. Sedangkan untuk rata-rata
umur pedagang pengumpul 37 tahun, tingkat pendidikan rata-rata 11 tahun, lama
pengalaman berusaha 6 tahun, dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga 4 jiwa.
Terakhir untuk rata-rata umur pedagang pengecer yaitu 50.6 tahun, tingkat
pendidikan 8.1 tahun, pengalaman berusaha 8.6 tahun, dan jumlah tanggungan
keluarga 4 jiwa. (2)Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran Beras
adalah petani sebagai produsen Beras, pedagang pengumpul, pedagang pengecer
dan konsumen. Keempat lemabaga pemasaran melakukan seluruh fungsi
pemasaran kecuali konsumen hanya melakukan fungsi pembelian. Pemasaran
beras terdiri dari 2 saluran pemasaran. Saluran I: Petani – Pedagang Pengumpul –
Pedagang Pengecer – konsumen. Saluran II: Petani – Pedagang Pengecer –
Konsumen. (3)Biaya pemasaran saluran I adalah Rp. 355.94/kg, dengan margin
Rp. 1,814, total keuntungan Rp. 1,458.35/Kg, farmer’s share 83.68 dan efisiensi
pemasaran 3.20%. Biaya pemasaran saluran II yaitu Rp. 225.36/Kg, dengan
margin Rp. 1,720, total keuntungan Rp. 1,494.64/Kg, Farmer’s Share 84.50 dan
efisiensi pemasaran 2.03%.
No other version available