Text
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Broiler Pada Pola Kemitraan Sistem Closed House Di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Sistem closed house adalah sistem kandang tertutup yang menjamin
keamanan secara biologi untuk peternakan ayam broiler dengan pengaturan
ventilasi udara yang baik. Usaha peternakan ayam broiler dengan menggunakan
sistem kandang closed house berkembang dengan pesat karena kandang
merupakan tempat hidup ayam untuk bertumbuh dengan lingkungan yang nyaman
bagi ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil usaha, dan
karakteristik peternak. (2) teknologi budidaya dan penggunaan faktor produksi.
(3) menganalisis biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi usaha dan Return
on Invesment (ROI). Penelitihan ini dilaksanakan di Kecamatan Siak Hulu
tepatnya di Desa Kepau Jaya, Desa Pangkalan Baru, dan Desa Baru dari bulan
Maret 2022 sampai dengan Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam
penelitihan ini menggunakan metode servei, penentuan sampel dilakukan secara
sensus yang dilakukan di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, terhadap
peternak ayam broiler sistem closed house yaitu berjumlah 6 peternak. Hasil
penelitihan ini menunjukkan rata-rata umur peternak tergolong umur produktif,
rata-rata tingkat pendidikan peternak Sarjana (S1), rata-rata pengalaman berusaha
8,17 tahun, rata-rata jumlah tanggungan keluarga 4 jiwa. Teknologi budidaya
ternak ayam broiler pola kemitraan kandang closed house di Kecamatan Siak
Hulu Kabupaten Kampar meliputi aspek kandang yang tidak sesuai teori karena
disesuaikan dengan ukuran kandang dengan kapasitas ayam, aspek DOC sesuai
teori, aspek pakan sesuai teori, aspek Obat-obatan dan vitamin sesuai teori, aspek
sistem pemanasan sesuai teori, aspek Sistem ventilasi udara atau pengatur
temperatur suhu sesuai teori, aspek pemanenan ayam yang sesuai sesuai dengan
teori. Penggunaan faktor produksi meliputi luas kandang dengan rata rata luas
kandang 2164,67 m2
dan Rata rata kepadatan 15,62 ekor/meter2
; DOC rata rata
pemeliharaan ayam broiler yang dilakukan peternak yaitu sebanyak 33.833,33
ekor; penggunaan pakan dengan rata rata sebanyak 70.250 Kg, penggunaan obatobatan dan vitamin sebesar Rp. 9.500.500,00; penggunaan tenaga kerja sebesar
Rp. 21.835.416,67. Biaya produksi sebesar Rp. 1.061.942.010,19/periode
produksi yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 43.139.371,30, dan biaya
variabel sebesar Rp. 1.017.802.638,88; untuk hasil produksi rata-rata peternak
sebesar Rp. 1.306.033.333,33 yang diperoleh dari penjualan ayam broiler dan
penjualan serbuk sisa; pendapatan bersih besar Rp. 244.091.323,15, efisiensi
usaha yaitu sebesar 1.21 dan nilai return on investment (ROI) yang didapat
sebesar 22,99%, itu berarti usaha tersebut menguntungkan serta layak untuk
diusahakan/dilanjutkan.
No other version available