Text
Analisis Usaha Agroindustri Ikan Salai Selais Di Desa Tanjung Medan Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir
Pengolahan ikan salai ini menggunakan bahan baku dari hasil tangkapan nelayan
di Desa Tanjung Medan yaitu berupa ikan selais. Kondisi danau dan sungai yang
saat ini semakin menurun kualitas airnya menyebabkan populasi ikan semakin
berkurang dan tangkapan ikan pun semakin sedikit. Bahan baku untuk usaha
agroindustri ini juga menjadi terbatas. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis: 1) karakteristik pengusaha dan profil usaha agroindustri ikan
salai selais, 2) penggunaan faktor produksi, teknologi produksi dan proses
produksi pada usaha agroindustri ikan salai selais, 3) biaya produksi, produksi,
harga, pendapatan, efisensi dan nilai tambah yang diperoleh pada usaha
agroindustri ikan salai selais. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Medan
Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir mulai bulan Juni sampai
bulan November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode survei. Data dianalisis secara analisis statistik deskriptif, analisis
deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta menggunakan analisis metode hayami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) karakteristik Pengusaha Ikan Salai
adalah dominan berada pada usia rata-rata 47,6 tahun, pendidikan SD dan SMP,
pengalaman berusaha ikan salai dengan rata-rata 15,5 tahun, dan jumlah
tanggungan keluarga dengan rata-rata 3 orang. Profil usaha ikan salai awalnya ide
usaha dimulai dengan melihat kegiatan usaha pengolahan ikan salai selais
ditempat lain, selanjutnya pengusaha mencoba untuk menjalankan usaha yang
sama. Skala usaha adalah industri rumah tangga, dengan bentuk usaha perorangan.
Modal usaha berkisar antara Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,-.
Dengan jumlah tenaga kerja antara 1-2 orang dari dalam keluarga sendiri, yaitu
suami dan istri. 2) Penggunaan faktor produksi meliputi bahan baku; ikan selais
segar. Bahan penunjang; air garam dan kayu bakar. Pada teknologi produksi,
proses pengolahan tidak membutuhkan alat dan peralatan yang canggih, cukup
dengan alat dan peralatan sederhana. Proses produksi dimulai dari penangkapan
ikan selais segar, kemudian dibersihkan, setelah bersih kemudian disusun di
rakkawat pengasapan, penyalaian/pengasapan, pendinginan, setelahnya dikemas
dan siap untuk dijual, penjualan diambil langsung oleh pedagang pengumpul. 3)
Usaha Agroindustri Ikan Salai memiliki biaya produksi sebesar Rp 392.401 per
proses produksi yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 676 per proses produksi
dan biaya variabel sebesar Rp 391.725 per proses produksi. Produksi Ikan Salai
menghasilkan sebanyak 1,82 kg per proses produksi, harga jual rata-rata sebesar
Rp 252.000/kg, dan pendapatan bersih Usaha Ikan Salai di Desa Tanjung Medan
dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 66.239 per proses produksi
dengan tingkat RCR 1,17. Adapun pendapatan kerja keluarga sebesar 455.239 per
proses produksi. Usaha Ikan Salai Selais mempunyai nilai tambah sebesar Rp.
36.160 /Kg dengan rasio nilai tambah pengolahan Ikan Salai Selais sebesar 40
persen.
No other version available