Text
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan oleh Pemerintah Desa di Desa Tanjung Bakau Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN OLEH PEMERINTAH DESA DI DESA TANJUNG BAKAU KECAMATAN RANGSANG KEPULAUAN MERANTI ABSTRAK Oleh: EKY FREDIAN Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, menjadikan desa tidak lagi sebagai obyek pembangunan, akan tetapi menjadi subyek pembangunan dengan peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat desa yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya pemerintah desa Tanjung Bakau yang memiliki masyarakat pencaharian nelayan yang harus diberikan pemberdayaan sesuai undang-undang dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat nelayan oleh pemerintah desa di desa Tanjung Bakau Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yakni kepala desa, sekretaris desa, ketua LPM dan 10 ketua kelompok nelayan. Hasil penelitian yaitu pemberdayaan masyarakat nelayan oleh pemerintah desa di Desa Tanjung Bakau Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti dilakukan dengan penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan, dimana ketiga poin ini dilakukan dalam bentuk sosialiasasi dan pelatihan yang dilakukan dalam tiga hari berturut-turut dengan pemateri dari Dinas Perikanan dan Kelautan dengan pembahasan memberikan pemahaman kesadaran skill nelayan, pembentukan kelompok nelayan, melakukan pelatihan pembuatan jaring dan tambak ikan darat nelayan dan pemberian kuasa untuk mandiri dalam membuat jaring secara mandiri dan tambak ikan darat secara mandiri, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana berupa alat dan bahan-bahan perlengakapan kepada masyarakat kelompok nelayan. Proses pemberdayaan masyarakat nelayan Desa Tanjung Bakau Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti menemui hambatan yakni lemahanya kualitas sumber daya manusia, serta keterbatasan sumber dana desa.
No other version available