Text
Perbandingan Kinerja Biodemul Sifier dan Synthetic Demulsifier pada Minyak Lapangan y
Air yang terkandung dalam crude oil dapat menyebabkan masalah pada proses produksi. Hal ini dikarenakan air akan membentuk suatu emulsi pada crude oil. Emulsi dapat diatasi dengan melakukan proses demulsifikasi untuk memisahkan fasa air dan fasa minyak. Untuk mengatasi permasalahan emulsi yang terjadi pada crude oil lapangan Y, peneliti akan melakukan uji demulsifikasi dengan menggunakan metode bottle test. Kinerja demulsifier paling sering diuji dengan menggunakan metode bottle test, yang melibatkan pencampuran berbagai demulsifier dengan sampel emulsi dan mengamati hasilnya. Pengujian demulsifikasi dengan metode bottle test dilakukan pada konsentrasi demulsifier sebesar 0.2 ml, 0.4 ml, 0.6 ml, dan 0.8 ml dengan temperatur pengujian sebesar 60°C, 70°C, dan 80°C. Ada dua jenis demulsifier yang digunakan yaitu synthetic demulsifier dan biodemulsifier. Synthetic demulsifier yang digunakan berbahan dasar kimia yaitu modified polymeric alkoxylate, sedangkan biodemulsifier yang digunakan berbahan dasar lindi hitam yang lebih ramah lingkungan. Kinerja demulsifier dilihat berdasarkan hasil pemisahan tertinggi air dari emulsi dan nilai BS&W yang diperoleh dibawah 0.5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biodemulsifier lebih efektif dibandingkan penggunaan synthetic demulsifier. Hasil pengujian terbaik diperoleh dari sampel biodemulsifer pada temperatur 80°C dengan konsentrasi 0.8 ml memisahkan air sebanyak 40 ml dan BS&W sebesar 1%, sedangkan synthetic demulsifier pada temperatur 80°C dengan konsentrasi 0.8 ml memisahkan air sebanyak 33 ml dan BS&W sebesar 4.6 %.
No other version available