Text
Efektifitas Ekstrak Daun Ketapang Sebagai Inhibitor Korosi pada Fluida Bersikulasi
Baja ASTM A36 merupakan baja yang memiliki kandungan karbon rendah. Permasalahan yang sering terjadi pada baja adalah korosi. Satu penyebab terjadinya korosi ialah aliran fluida. Banyak cara telah dilakukan untuk mengurangi laju korosi pada logam salah satunya dengan penambahan inhibitor korosi. Pohon ketapang merupakan tumbuhan yang digunakan inhibitor korosi karena mengandung tanin pada daunnya. Tanin sendiri merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai inhibitor untuk melindungi logam dari korosi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fluida bersirkulasi pada laju korosi dan mendapatkan efisiensi inhibitor sebagai korosi pada fluida bersirkulasi pada baja ASTM A36 dalam media korosi H2SO4 10%. Kecepatan putaran yang digunakan ialah 0 rpm, 800 rpm, 1200 rpm, dan 1600 rpm. Metode pengukuran laju korosi yang digunakan adalah metode kehilangan berat. Komposisi inhibitor digunakan sebanyak 0 ppm dan 3000 ppm yang direndam selama 3 jam dalam media korosi. Hasil penelitian didapat nilai laju korosi semakin besar dengan seiringnya besarnya aliran fluida. Laju korosi terendah yang terjadi pada kecepatan putaran 0 rpm pada kosentrasi 3000 ppm yaitu 14,1 mm/y dan laju korosi tertinggi yang terjadi pada kecepatan putaran 1600 rpm pada kosentrasi 0 ppm yaitu 219,3 mm/y. Berdasarkan hal ini inhibitor mampu menahan kecepatan laju korosi dalam keadaan penambahan kecepatan putaran karena inhibitor membentuk lapisan tipis pada permukaan logam yang teradsorpsi. Nilai efisiensi inhibitor meningkat seiring dengan besarnya jumlah aliran fluida yang diberikan karena kecepatan fluida dapat meningkatkan proses penyerapan inhibitor oleh logam dan pembentukan lapisan pelindung. Efisiensi inhibitor tertinggi terjadi pada kecepatan 0 rpm dengan kosentrasi 3000 ppm yaitu 87,4 %.
No other version available