Text
Analisis Pengaruh Aktivitas pasar Tradisional Terhadap Kinerja Ruas Jalan(Studi Kasus Jalan di Kawasan Pasar Bawah Kota Pekanbaru
Jalan merupakan salah satu prasarana penghubung darat yang memiliki bagian berguna dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Kinerja jalan merupakan kemampuan dari suatu ruas jalan dalam melayani arus lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut yang tentukan oleh Derajat Kejenuhan. Permasalahan yang terjadi di ruas jalan di kawasan Pasar Bawah (jalan Saleh Abbas, jalan Kota Baru, dan jalan Moh.Yatim) adalah adanya aktivitas pasar tradisional berupa hambatan samping, seperti pejalan kaki, pedagang kaki lima, dan parkir di bahu jalan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aktivitas pasar tradisional terhadap kinerja ruas jalan dan menganalisis kinerja ruas jalan di kawasan Pasar Bawah pada saat kondisi eksisting akibat aktivitas pasar tradisional Metode analisis yang digunakan adalah MKJI 1997, dengan mengumpulakan data melalui pengamatan di lapangan dengan menghitung kendaraan yang melintas dan hambatan samping yang ada di lokasi penelitian. . Berdasarkan kondisi eksisting di jam puncak yaitu pukul 07.00 – 09.00, didapat hambatan samping di jalan Saleh Abbas dengan nilai total frekuensi 734 frekuensi kejadian (H). Jalan Moh.Yatim dengan nilai total frekuensi 905 frekuensi kejadian (VH). Sedangkan di jalan Kota Baru didapat nilai hambatan samping pada jam puncaknya yaitu pada siang hari pukul 13.00 – 15.00 dengan nilai total frekuensi 493,5 frekuensi kejadian (M). Hasil dari analisis data di lokasi penelitian diperoleh derajat kejenuhan (DS) pada saat kondisi eksiting lalu lintas jam puncak dengan adanya parkir di badan jalan yaitu pada hari minggu nilai derajat kejenuhan di jalan Saleh Abbas 0,58 (C), jalan Kota Baru 0,54 (C), jalan Moh.Yatim 0,67 (C). Sedangkan derajat kejenuhan (DS) pada hari minggu tanpa adanya parkir di badan jalan dengan nilai derajat kejenuhan (DS) yaitu pada hari minggu nilai derajat kejenuhan di jalan Saleh Abbas 0,27 (B), jalan Kota Baru 0,25 (B), jalan Moh.Yatim 0,31 (B). Dalam mengevaluasi kinerja ruas jalan didapatkan nilai tingkat pelayanan C pada saat kondisi eksisting , dimana nilai tingkat pelayanan C merupakan kondisi pada saat arus lalu lintas stabil dan volume lalu lintas sedang serta kecepatan mulai dibatasi berdasarkan kondisi lalu lintas, kepadatan lalu lintas sedang dengan hambatan samping makin meningkat dan mempengaruhi kecepatan, pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan
No other version available