Text
Dynamic Governance Dalam Pengelolaan Industri Limbah Sagu Di Kabupaten Kepulauan Meranti
Seiring meningkatnya jumlah penduduk disuatu wilayah dibarengin dengan meningkatnya kegiatan pembangunan ekonomi serta kegiatan manusia yang berlebihan dalam pengunaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Yang tidak dikelola dengan baik dan benar mejadi salah satu fenomena tidak terkecuali di beberapa tempat atau wilayah yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti. Ada pula tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Dynamic Governance Pengelolaan Industri Limbah Sagu yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Kepuluan Meranti. Teori yang digunakan ini memiliki 3 indikator yang diantaranya yaitu Think ahead, Think again, dan Think Across. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu Dynamic Governance Dalam Pengelolaan Industri Limbah Sagu Di Kabupaten Kepulauan Meranti belum teroptimal dengan baik, hal ini didasarkan pada 3 indikator yang digunakan dalam penelitian pemerintahan yang dinamis terhadap Dinas Lingkungan Hidup.
No other version available