ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hak Asuh (hadhanah) Anak Angkat Akibat Perceraian Orang Tua Angkat Dalam Perspektif Hukum Islam
Bookmark Share

Text

Hak Asuh (hadhanah) Anak Angkat Akibat Perceraian Orang Tua Angkat Dalam Perspektif Hukum Islam

Genta Auriga - Personal Name; Muhibuddin Zaini - Personal Name;

Keabsahan pengangkatan anak merupakan titik tolak dalam menentukan kebenaran status hukum seseorang yang diangkat. Hadhanah merupakan hak bagi suami dan istri maupun anak. Dalam mengasuh dan memelihara anak merupakan kewajiban orang tua terhadap anak yang melakukan pengasuhan anak sebelum dan sesudah perceraian. Hadhanah hukumya wajib bagi setiap orang tua memberikan nafkah kepada anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan hukum islam terhadap pengasuhan anak (hadhanah), apakah anak angkat mendapatkan hadhanah akibat perceraian orang tua angkat dan untuk mengetahui hak waris anak angkat dari orang tua angkat yang telah melakukan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif merupakan jenis penelitian dalam kategori kepustakaan (library research) dan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur yang berhubungan dengan materi penelitian. Hasil penelitian menjelaskaan bahwa dalam Kompilasi Hukum Islam menetapkan biaya penyusuan anak dibebankan kepada ayah. Jika ayah meninggal maka dibebankan kepada orang yang berkewajiban memberi nafkah kepada ayah atau walinya. Jika terjadi perceraian, anak yang belum mumayyiz atau belum berusia 12 tahun dipelihara oleh ibu. Setelah itu terserah kepada anak, siapa yang ia pilih sebagai pemegang hak pemelihara dengan biaya ditanggung oleh ayahnya. Hak saling mewarisi berlaku bagi orang tua angkat dalam ikatan perkawinanan yang sah. Sebagaimana yang telah diatur dalam Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Walaupun anak angkat tidak berhak saling mewarisi dengan orang tua angkatnya, namun Islam tetap membuka peluang baginya sebagai penerima wasiat sewaktu orang tua angkatnya masih hidup.


Availability
#
Ilmu Hukum Hukum 306.81 Gen h
ETD2937II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 306.81 Gen h
Language
Indonesia
NPM
191010573
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2023
Keyword(s)
Hak Asuh Anak (Hadhanah)
Anak Angkat
Perspektif Hukum Islam
Other Information
Petugas
Erza Pebriani
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?