Text
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa di SD Negeri 115 Pekanbaru
Dalam Agama Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa. Hal ini berdasarkan kaidah bahwa Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak sebagai misi pokok risalah Islam. Selain itu, akhlak juga menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Untuk mencapai kesempurnaan akhlak (akhlakul karimah) dibutuhkan adanya pembinaan. Oleh karna itu seorang guru tidak harus memiliki satu macam peran saja, akan tetapi sebagai tenaga pendidikan dari lembaga formal yang mengajarkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an juga mengajarkan pengetahuan tentang ibadah, dan melakukan pembinaan tingkah laku atau akhlak mulia. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Mulia Siswa Di SD Negeri 115 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak mulia siswa di SD Negeri 115 Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam. Sementara objek penelitian ini adalah peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak mulia siswa. Adapun pengambilan informan dari penelitian ini informan kuncinya yaitu guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 3 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi lapangan. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, verification. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam memiliki metode dan strategi dalam membina akhlak mulia siswa dengan cara memberi teladan, pembiasaan, nasehat, kisah, menanamkan pengetahuan, memotivasi siswa agar mampu mengamalkan akhlak mulia, menciptakan lingkunga sekolah yang religius, seperti program IMTAQ, sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, wisata religius, peringatan hari besar Islam, perlombaan pidato, tahfiz, rebana serta pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum masuk ke kelas dengan begitu siswa terbiasa dengan lingkungan yang religius. Kata
No other version available