ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kedudukan Hak Waris Anak Yang Masih Dalam Kandungan Dalam Prespektif Hukum Islam
Bookmark Share

Text

Kedudukan Hak Waris Anak Yang Masih Dalam Kandungan Dalam Prespektif Hukum Islam

May Anggrayani Pasaribu - Personal Name; Muhibuddin Zaini - Personal Name;

ABSTRAK Masalah harta warisan dapat saja menjadi sumber permasalahan ataupun sengketa dalam sebuah keluarga, terutama mengenai permasalahan kedudukan anak dalam kandungan selaku ahli waris, sebab apabila seorang wafat dunia, sementara itu ia meninggalkan kerabat yang mengandung, misalnya istri (janda), ibu, anak perempuan, menantu perempuan, saudara wanita serta yang lainnya, sehingga terdapat permasalahan dalam pembagiannya yang perlu dituntaskan khusunya dalam pandangan hukum waris Islam. Penelitian ini membahas tentang kedudukan anak yang masih dalam kandungan sebagai ahli waris beserta pembagiannya kepada anak yang masih dalam kandungan dalam prespestif hukum waris Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini berjenis penelitian hukum normatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara mempelajari bahan kepustakaan seperti Al-Qur?an, Hadis, dan Komplikasi Hukum Islam. Sedangkan dilihat dari sifatnya adalah berbentuk analistis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hukum waris Islam berpandangan kedudukan anak yang berada di dalam kandungan akan memperoleh harta waris jikalau terpenuhi syarat-syaratnya. Di antaranya, anak tersebut terlahir dengan kondisi hidup sebagaimana terkandung dalam Al-Qur?an surat An Nisa/4 : 11, An Nisa Ayat/4: 12, An Nisa/4 : 176; dan surat Al-Baqarah/2: 233. Sedangkan pembagiannya terdapat tiga cara, yaitu: Pertama, menantikan sesudah bayi tersebut telah lahir untuk mengetahui jenis kelaminnya. Kedua, melaksanakan pembagian tanpa menunggu kelahiran anak dalam kandungan untuk seorang diri. Ketiga, pembagian anak yang lahir berjenis laki-laki tidak akan mendapat warisan karena sudah dibagikan sebelumnya oleh para ahli waris dan jika anak tersebut terlahir perempuan maka memperoleh bagian 1/6 untuk penyempurnaan 2/3 bagian dari saudara perempuan sekandung.


Availability
#
Ilmu Hukum (fakultas hukum) Hukum 341.48 May K
240919
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 341.48 May K
Language
Indonesia
NPM
191010361
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2024
Keyword(s)
Hak
Kata Kunci : Anak Dalam Kandungan, Waris, dan Huku
Other Information
Petugas
Nada
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?