Text
Pengaruh Coolant Pada Korosi Material Radiator
Radiator adalah suatu sistem pendingin yang menggunakan cairan fluida (coolant) sebagai media penyerap panas, yang bertujuan untuk mengurangi panas pada mesin. Namun, cairan fluida pada radiator terancam dapat terjadi korosi akibat oksidasi yang ditimbulkan oleh cairan fluida. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati laju korosi material alumunium 3102 pada mesin radiator dengan membandingkan jenis coolant yang berbeda. Pada penelitian ini, media pengujian korosi yang digunakan adalah, 100% coolant A, 100% coolant B, 100% air sumur, 70% coolant A + 30% air sumur dan 70% coolant B + 30% air sumur. Hasil dari nilai kehilangan berat terendah pada media uji 100% coolant A yaitu 0,0007 gram, sedangkan terjadinya nilai kehilangan berat tertinggi pada media uji 70% coolant B + 30% air sumur yaitu 0,0177 gram. Hasil laju korosi terendah terjadi pada media uji 100% coolant A yaitu 0,01069 mm/year, sedangkan laju korosi tertinggi terjadi pada media uji 70% coolant B + 30% air sumur yaitu 0,2703 mm/year. Hal ini dikarenakan kehilangan berat dan laju korosi alumunium 3102 pada radiator, dimana media uji (Coolant) memiliki kandungan zat additive anti karat yang digunakan untuk menyerap panas. Media uji (Coolant) yang memiliki kandungan zat additive seperti glycol dengan kemampuan untuk membuat coolant punya titik didih lebih tinggi dan titik beku yang lebih rendah sehingga bisa untuk menetralisir laju korosi pada alumunium 3102. Sedangkan media uji air sumur dan coolant + air sumur mudah terjadinya reduksi pada alumunium 3102 dilihat dari peningkatan nilai kehilangan berat dan volume sisa media uji yang tinggal sedikit.
No other version available